1/08/2012

Lulus kuliah di depan mata

Lulus kuliah di depan mata



2 tahun lalu masih kuingat sebongkah harapan dan semangat yang menyala-nyala seakan menggeluti ragaku. Niatan untuk kembali kuliah akhirnya terjawab sudah ketika surat penyampaian lulus tes masuk di S2 Teknik Industri ITS telah sampai di rumahku di Makassar, untuk yang ini tak lupa kuucapkan terima kasih ke Pak Pos..

Ada banyak harapan waktu itu yang terbersit, diantantaranya lulus tepat waktu dengan IPK moncer :) 3.5 ke atas lah..

Kini telah genap 2 tahun kuliah di ITS dan selangkah lagi proposal dan sidang tesis. Namun ada yang kuharap semangat itu kembali,semangat yang dua tahun lalu menyala-nyala, menggelora namun kubutuhkan kini...walau seandainya nyalanya mulai redup, maka kan kuhidupkan lagi untuk membawaku kembali bersemangat.

Tesis oh tesis..seandainya kan kubuat dengan seadanya...yaaahhh..tapi saya tidak ingin seadanya..saya ingin tesis ini ada apanya..tesis yang berkontribusi untuk khazanah dunia penelitian keteknik dan manajemen industri dan juga untuk masyarakat.

taufik nur
keputih, sukolilo surabaya

11/07/2010

Semangat mesti on fire




Menemukan kembali gairah adalah suatu karunia-Nya yang tak terkira. Gairah, semangat, pelecut motivasi atau apapun namanya sangat dibutuhkan. Seperti kata sahabat saya Taufiqurrahman," wah alhamdulillah walau aku kekurangan duit tapi semangatku tetap menyala-nyala untuk menghadapi ujian jurnal review tesis".

well, minggu pagi ini seperti "tergetar" kembali ketika membaca blog sahabat saya yg berdomisili di Jakarta, namanya Indra Kurniadi (teman seorganisasi di PP FAM PII).
Semua artikel dalam blognya hampir semuanya saya baca, termasuk artikel tentang dahsyatnya doa ibu http://indrakurniadi.com/doa-ibu-itu-dahsyat/. Mungkin karena usianya yang masih sepadan dengan saya dan sesama pejuang yang merintis dari nol, maka saya merasa klik dengan ide dan semangatnya yg juga "on fire"( meminjam istilah player soccer di PS yg lagi siap tanding). Thanks u ndra dah beri saya semangat.

Masuk semester 2 kuliah ini sepertinya saya kehilangan semangat atau lebih-lebih kehilangan visi hidup? seakan semua dijalani apa adanya saja, tidak on track. Target nilai cemerlang (IPK 3.5 ke atas), kordinasi kegiatan-kegiatan forum pasca TI ITS hingga persiapan seminar internasional forum pasca tahun depan, mestinya tidak menjadi beban, malah layak menjadi motivasi untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga dan teman-teman kampus.

Well, ada banyak hal yang mesti dibenahi untuk bisa berada pada track nya kembali. Beruntung semangatku masih on fire, walau duit menipis..heheheehe...

Keputih, 07 November 2010


4/12/2010

Gagal dalam berencana berarti Merencanakan Kegagalan






If You Fail to Plan, You Plan to Fail

Kegagalan bagiku rasanya perih dan seakan suatu kata yang tidak boleh menghampiriku...
Bagaimana rasanya bila GAGAL? Pedih..Perih...

Saya beberapa kali mengalami kegagalan, entah itu dalam karir, percintaan, bahkan proses study seperti yang saya alami di ITS misalnya gagal mendapatkan nilai yang bagus dalam tugas homework. Wah, rasanya sedih tidak mencapai hasil maksimal, apalagi mengerjakannya sampai sering begadang, namun hasil yang didapatkan tidak seperti yang dibayangkan. Gagal dimaknai sebagai ketidaksesuain antara ekspektasi atau harapan dengan realitas atau kenyataan yang terjadi. Nah mengapa hasilnya tidak sesuai dengan harapan? ataukah ekspektasi terlalu melambung tinggi?

Ada beberapa hal yang kemudian perlu direnungi secara arif dan bijak ketika kegagalan datang menghampiri. Ada satu pernyataan yang sering terngiang yaitu : "Apakah anda merasa sadar bahwa kegagalan anda rencanakan sendiri? Nah loh koq direncanakan? ya...kadang kita tidak sadar atau memang sadar tapi pura-pura tidak sadar, bahwa jika kita tidak fokus, serius dan tidak menerapkan strategi terhadap apapun yang kita kerjakan dan satu lagi tidak berdoa mohon kemudahan-Nya, maka yakinlah bahwa kegagalan akan senantiasa berada dalam lingkaran hidup yang akan mempengaruhi aktivitas keseharian kita.

Memang benar sebuah kata bijak yang dituturkan ulang oleh Bunda Marwah Daud Ibrahim,Ph.D dalam suatu komunikasi personal dengan penulis medio 2002 di kediamannya di Makassar bunyinya "If You Fail to Plan, You Plan to Fail". Penulis kemudian mencoba memahami bahwasanya keberhasilan akan kita raih jika kita menargetkan (baca :visi misi), merencanakan, mengimplementasikan dan mengevaluasi kegiatan yang kita kerjakan. Kegagalan bagi penulis dapat terjadi akibat tidak melakukan tahapan konsep tersebut di atas, yang akhirnya dikategori kita seperti merencanakan kegagalan kita sendiri.

Hal lain yang sering terlupakan bagi kita dalam mengerjakan tugas, homework atau tugas apapun adalah tidak mencoba menganalisa dan memetakan pekerjaan melalui Mind Map. Alur pemikirannya seperti ini, tugas yang diberikan sebenarnya arahnya kemana? pertanyaannya apa? membutuhkan jawaban seperti apa? bahan referensi untuk menjawab soal bisa didapatkan di mana? Filosofi Soal itu seperti apa? berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas? dikerjakan di mana? siapa aja yang bisa kita libatkan untuk membantu mengerjakan soal? siapa saja yang berkompeten untuk mengoreksi jawaban yang kita hasilkan?. Nah kesemua pertanyaan di atas dapat kita petakan dalam tool Mind Map ini.

Mind Map dimaknai sebagai diagram untuk membantu seseoran atau kelompok yang ingin memetakan sebuah permasalahan atau kasus yang sedang dan akan dihadapi. Tool ini menggambarkan keseluruhan ide dalam sebuah map atau peta yang seperti bercabang-cabang. Dalam mind map apapun yang berhubungan dengan tugas, homework atau apapun yang kita mapping akan berusaha kita tampilkan sehingga hasilnya dapat kita wujudkan dalam konsep dengan harapan dapat mengefektif dan mengefisienkan pekerjaan yang kita kerjakan.

Dalam situs Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/Mind_map)Mind Map didefinisikan sebagai"A mind map is a diagram used to represent words, ideas, tasks, or other items linked to and arranged around a central key word or idea. Mind maps are used to generate, visualize, structure, and classify ideas, and as an aid in study, organization, problem solving, decision making, and writing". Tool ini penulis yakini mampu memberikan kemudahan untuk sukses dalam mengerjakan apapun.

Motivasi untuk bangkit dari kegagalan

Mario Teguh dalam sebuah kalimat perenungannya yang ditulis ulang oleh penulis menyebutkan bahwa :

Gagal melakukan hal-hal besar itu tetap lebih terhormat
Daripada berhasil melakukan hal-hal kecil

Orang-orang yang gagal melakukan hal-hal yang besar
Sudah pasti berhasil melakukan hal-hal kecil

Orang-orang yang mengambil tantangan-tantangan besar dalam hidupnya
Selalu mempunyai kesempatan dua yang baik sekali
Satu untuk betul-betul berhasil
Atau kedua gagal dengan sangat terhormat

Janganlah kita menjadi pribadi yang gagal pada urusan-urusan yang kecil
Lalu mengeluh bahwa hidup ini tidak fair

Ambillah tantangan yang lebih besar,
Gigitlah lebih besar dari kemampuan mengunyah
Sehingga gagalpun kita tetap dihormati
@copyright-Mario Teguh

Juga seperti yang dituturkan oleh Michael Jordan sebagai Pemain Basket Fenomenal abad ini..

I’ve missed more than 9.000 shots in my career.
I’ve lost almost 300 games
Twenty-six times I’ve been trusted to take the game-winning shot and missed.
I’ve failed over and over and over again in my life.
And that is why I succed.

Seorang Motivator dan Pemain Basket yang keduanya sukses menggapai impiannya ternyata pernah mengalami berbagai kegagalan dalam proses karirnya. Namun mereka tidak pernah meratapi kegagalan-kegagalan yang pernah dialaminya. Kegagalan bagi mereka adalah seperti sebuah pelecut untuk selalu berdiri dan berlari meraih impiannya kembali.

Seperti yang dipaparkan di atas bahwa kegagalan ternyata secara tidak sadar mungkin saja diakibatkan oleh ketidaksiapan untuk merancang keberhasilan kita sendiri. Sejatinya kita membutuhkan tool utnuk memudahkan kita mencapai kesuksesan. Kita juga sangat memerlukan motivator untuk senantiasa tempat kita bercermin bahwa kesuksesan itu ternyata tidak segampang kita meraihnya. Ternyata kesuksesan mesti dilalui walaupun dengan jalan terjal nan cadas dan panas. Ternyata kesuksesan memang perlu direncanakan.

Sebuah kata bijak "Jadikanlah kegagalanmu hari ini sebagai amunisi untuk kesuksesanmu di masa depan". Pakailah dia laksana peringatan bagimu jika akan melakukan hal serupa (cara gagal). Rencanakan Kesuksesan anda sesegera mungkin. If you fail to plan, you plan to fail.

Wassalam

Taufik Nur Maks'ud

Senin, 12 April 2010 dalam sebuah perenungan di Ruang Residen S-2 TI ITS

catt :

gambar :
- http://wawwi.com/hidup-berani-untuk-gagal/media/hidup-berani-untuk-gagal-sucess-failure
- https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiz1txpVW-fQwQz9LMKlpqHoUl4W7quN7XUo-yUjYqJx5OLt65fHaamRWAzn9HHYqWCFEPAF8PEI1-4-oIp1DhyVc7ZWvR805KqYGI0e6rBIc8KG9vbVvYjqK7124LMTiCurPWtV6LWsPpX/s400/CS+Jordan.gif

3/25/2010

SUKSES DI ARENA KOMPETISI BERBISNIS DI SAMUDERA BIRU, BLUE OCEAN STRATEGY




SUKSES DI ARENA KOMPETISI BERBISNIS DI SAMUDERA BIRU, BLUE OCEAN STRATEGY.

Selalu ada rasa kedamaian dan ketenangan ketika memandangi samudera biru nan luas itu. Lautnya tenang dan serasa ingin ikut menceburkan diri dan menyelam menikmati keindahannya yang tidak pernah dijamah. Kesan ini bagi pembaca mungkin sama dengan kesan yang pernah penulis alami.

Membaca kesan di atas tentu kita yang berkecimpung di dunia bisnis ataupun di wilayah akademisi praktisi bisnis tentunya tidak akan teringat dengan Strategi yang dicetuskan oleh W. Chan Kim dan Renée Mauborgne dalam buku best sellernya “ Blue Ocean Strategy” (2005). Strategi Samudera Biru dengan segala kenikmatannya berbisnis di wilayah itu sehingga bagi para pelakunya akan merasa nyaman dan damai. Walau Blue Ocean Strategi ini bukan materi baru dalam jagad strategi bisnis namun penulis menganggap sangat layak untuk dibincangkan kembali.

Blue Ocean Strategi menjadi satu diantara dua kiblat strategi terpopuler saat ini untuk kaum pebisnis dan akademisi selain buku Tracy and Wiersemma (Harvard University) yang berjudul “ The Discipline of Market Leader”. The Disciplin of The Market Leader merupakan hasil dari penelitian terhadap perusahan-perusahaan yang eksis selama puluhan tahun, dan ternyata dari berbagai macam jenis perusahaan yang diteliti, mereka menerapkan 3 inti strategi yaitu : 1. Product Leadership, 2. Operation Excellence, 3. Customer Intimacy. Pada tulisan ini kita tidak akan membahas lebih dalam tentang buku tersebut, tetapi akan di bahas dalam tulisan selanjutnya.

Blue Ocean Strategi atau Strategi Laut Biru ditulis oleh W. Chan Kim , Professor di University of Michigan Business School, USA dan Renée Mauborgne, Professor Strategi di INSEAD (Sekolah Bisnis terbesar kedua di dunia).

Ada pertanyaan kok mengapa samudera biru ? seperti digambarkan di atas bahwa istilah samudera biru ini diinspirasi oleh bagaimana tenangnya laut biru yang tidak pernah dijamah. Kemudian ketika suasana tenang tadi dihubungkan dengan dunia persaingan bisnis maka pastinya ranah ini merupakan dambaan pebisnis karena belum adanya kompetitor.

Arena kompetisi kompetisi ini dibagi menjadi dua yaitu Arena Red Ocean, samudera yang digambarkan merah dan penuh dengan darah dan Arena Blue Ocean, samudera yang digambarkan biru, yang tenang dan damai.

Samudera biru ini diciptakan oleh siapa? Samudera biru ini diciptakan oleh perusahaan yang telah jatuh bangun dan menjerit-jerit di Samudera Merah walau dengan berbagai strategi diterapkan namun tetap kesulitan untuk merebut pasar akibat pemain sudah sangat banyak hingga market sizenya menjadi sempit dan seakan sesak tak bisa bernafas, kemudian sebagian dari mereka berusaha membangun pasar dengan merubah batas market dan menciptakan market baru.

Dalam Arena Read Ocean, perusahaan digambarkan berkompetisi dengan ketatnya, sehingga terkesan berdarah-darah dan sebagian perusahaan yang tidak mampu berkompetisi akhirnya kolaps dan gulung tikar. Segala cara dilakukan, dari yang merugikan perusahaan orang lain hingga merugikan diri sendiri, seperti strategi perang harga akibat banyaknya pesaing yang masuk dan saling membantai satu sama lain. Nah cara yang terbaik yang diyakini oleh perusahaan yang bersaing di Red Ocean adalah mengambil market perusahaan lain dengan cara menurunkan harga.

Dapat diidentifikasi bahwa pada ranah Red Ocean, Marketnya sudah terdefenisi jelas dimana Competitive atributnya menggunakan Order Qualifier – Order Winner dimana Market Size semakin ketat dan sempit, role of the game sudah jelas, sedangkan pada pada ranah Blue Ocean akan diciptakan market size yang baru dan belum ada kompetisi di dalamnya. Untuk menciptakan market baru tentunya di butuhkan sebuah upaya atau kreasi yang unik dan sifatnya differensiasi. Upaya itu tidak lain adalah Innovation atau Inovasi. Meminjam istilah produsen motor Suzuki "Inovasi tiada henti". Inovasi disini tidak hanya bagimana menciptakan produk yang inovatif, namun juga bisa ditinjau pada wilayah marketing, service, maupun pengemasan produk. Nah bukan berarti berinovasi tetapi melupakan prinsip cost, strategi ini sangat menjunjung prinsip low cost production.

Nah ada cerita menarik yang bisa kita dapatkan tentang kisah perjuangan mencapai sukses oleh tim sirkus jalanan “Cirque du Soleil” dalam memenangkan persaingan pasar sirkus dunia. Grup yang didirikan pada tahun 1984 sebagai grup sirkus Street Performance terdiri dari pemain akordion dan fire eater (pemakan api) dan dipimpin oleh seorang CEO bernama Guy Laliberté. Pemimpin pasar pertunjukan sirkus pada saat itu didominasi oleh raksasa sirkus yaitu Ringling Bros. and Barnum & Bailey.

Sebenarnya potensi market dari sirkus era ini bisa dikatakan tidak aktraktif lagi, di era 70’ an hingga 90’ an, sirkus menjadi tontonan favorit, menjadi favorit mulai dari anak kecil hingga dewasa. Kejenuhan terjadi era 90 hingga 2000 an ini, hingga pada puncaknya sirkus disingkirkan oleh kehadiran Play Station yang sangat digemari oleh anak-anak sekarang, kehadiran media TV dan Film. Anak-anak di zaman informasi ini tentunya lebih tertarik bermain Play Station ketimbang mengunjungi pertunjukan sirkus. Ada apa dengan sirkus? yah sekali lagi sirkus mengalami stagnanisasi konsep dan tema pertunjukan, lebih dari ratusan tahun, konsep yang digunakan masih sama, masih pada pertunjukan atraksi hewan, kelucuan hingga atraksi yang menegangkan.

Cirque du Soleil ini kemudian menyadari kelesuan pasar dan posisi mereka yang masih terus di bawah grup sirkus yang lain. Mereka kemudian menggunakan strategi menyasar kelas eksekutif yang tentunya akan meraup keuntungan yang besar. Nah apakah kaum eksekutif akan rela membayar lebih dengan sirkus yang monoton ? Nah Ketika pertanyaan ini masuk kepada wilayah tertarik atau tidak, Grup sirkus kemudian mulai memasang strategi dengan cara me-reduce dan meng-eliminasi serta meng-create dan me-raise beberapa hal dalam konsep pertunjukannya.

Nah inilah inti dari Blue Ocean Strategy . Prinsip 1. Eliminated : Faktor umum apakah yang harus dihilangkan, 2. Reduce : Faktor standar apa yang harus dikurangi hingga pada titik bawah di bawah standar, 3. Raise : Faktor apa yang perlu dinaikkan banyak di atas standar industri, dan 4. Create : Faktor apa yang perlu diciptakan untuk menciptakan value Innovation yang sangat menarik pelangan dan tidak ada pada standar industri.

“Cirque du Soleil” mengeliminasi atau menghilangkan Star Performance (artis-artis terkenal yang biasanya dibayar mahal oleh dua pesaingnya), animal show (binatang yang favorit digunakan di pentas sirkus, yang tentunya memiliki biaya pemeliharaan tinggi), Aisle Concencius Sales (penggunaan tempat duduk yang berbeda sesuai tingkatan harga karcis, sehingga pembuatan tempat duduk yang bertingkat-tingkat ini akan membutuhkan biaya produksi yang tinggi), Multiple show arena (biasanya pertunjukan diulang, nonton pada hari pertama akan sama pertunjukan pada hari ke dua dan ketiga), kemudian mereduce mengurangi aksi-aksi yang membahayakan (thriller) dan atau yang cenderung terlalu fun atau humor. Jika grup Cirque du Soleil menghilangkan hal tersebut, namun tidak pada Ringling Bros. dan Barnum & Bailey, mereka masih nyaman dan terlena dengan posisinya saat itu.

Prinsip lain yang di tingkatkan (raise) oleh “Cirque du Soleil” adalah Venue atau tempat pertunjukannya di lokasikan pada satu tempat yang mewah karena cocok dengan kaum eksekutif, kemudian yang di create (diciptakan) sirkus dalam konsep opera yang mempunyai tema acara, misalnya bertema Romie and Juliet, kemudian refined environment (menciptakan lingkungan yang nyaman, dengan menampilkan penyanyi yang berkualitas dan bersuara merdu, sound system yang dahsyat), multiple produk (tema opera sirkus yang dihadirkan berbeda-beda, misalnya tema awal tentang kisah Romie dan Juliet, kemudian kisah Roman Titanic, dsb, kalau di Indonesia kira-kira kisah Rama Shinta, Kisah sangkuriang atau kisah Lekaki dari Tanjung Bira misalnya). Tentunya dengan strategi itu, kalangan eksekutif yang menjadi target sasaran , “Cirque du Soleil” akan merasa nyaman dengan pertunjukan yang lebih dari sirkus, dan mereka akan rela membayar dengan harga lebih mahal. “Beyond Circus “, memberikan layanan kepada customers lebih dari ekspektasinya.

Nah dengan konsep di atas dengan Prinsip kurangkan dan tambahkan, Hilangkan dan adakan, “Cirque du Soleil” mampu menerapkan konsep Blue Ocean Strategi dengan hasilnya dari Grup Pemain Sirkus jalanan mampu menjelma menjadi grup sirkus kelas satu dunia dan mengungguli grup Ringling Bros. dan Barnum & Bailey. Hingga saat ini pertunjukannya telah disaksikan oleh lebih dari 40 juta orang di 90 kota di dunia. Grup sirkus ini mampu mengalahkan dominasi Ringling Bros. and Barnum & Bailey— perusahaan sirkus dunia yang pernah memimpin pasar sirkus selama lebih dari 100 tahun. Kini penghasilan pesaingnya tak akan mampu mencapai penghasilan Cirque du Soleil. Hebat sekali. Super sekali.

Kesuksesan itu intinya adalah Inovasi dan Low Cost production.

Dapat kita lihat masih banyak contoh penerapan Blue Ocean Strategi, diantaranya ketika persaingan PT.HM Sampoerna dengan Djarum, Gudang Garam, Bentoel dimana persaingan memenangkan pasar telah semakin “berdarah-darah” baik melalui perang harga hingga pada perang iklan dan program promo lainnya. Langkah PT HM Sampoerna untuk menghadapi persaingan yang berdarah-darah di industri rokok ini, dan menyadari posisinya masih di bawah pesaingnya maka diakhir tahun 1989, PT HM Sampoerna, Tbk membuat gebrakan dengan menciptakan market baru yaitu diluncurkannya A-Mild ke pasaran.

Produsen rokok ini menciptakan Samudera Biru bagi perusahaannya dengan produk yang unik dan tidak ada di pasaran pada waktu itu yaitu SKM Mild. Alhasil banyak pihak yang dibuat kaget, terutama industri rokok saat itu sebab jenis rokok yang ada pada saat itu adalah jenis sigaret keretek tangan (SKT), sigaret keretek mesin (SKM) reguler, dan sigaret putih mesin (SPM). Setelah melalui usaha berinovasi mulai dari produk hingga sistem pemasaran yang unik, akhirnya Sampoerna mampu menguasai hampir 50% pasar, akhirnya produsen rokok lainnya akhirnya mengikuti jejak kesuksesan Sampoerna membuat SKM Mild seperti yang dilakukan oleh Djarum menciptakan merek LA Lights dan Bentoel Prima menancapkan merek Star Mild.

Contoh lain di arena penerbangan komersil, Blue Ocean Strategi ini juga diterapkan oleh Southwest Airlines sebuah maskapai penerbangan di Texas Amerika Serikat. Southwest Airlines yang awalnya hanya maskapai penerbangan skala kecil di Texas kini menjadi memimpin pasar di Amerika dengan 100 juta penumpang setiap tahunnya dengan rute tujuan ke 66 kota besar di seluruh dunia. Perjuangan menghadapi persaingan yang berdarah-darah dalam industri penerbangan Amerika mereka lalui hingga 38 tahun melalui proses inovasi dan prinsip low cost production. Oleh pemiliknya Rollin King and Herb Kelleher selalu berupaya untuk menjadi maskapai yang memunculkan prinsip differensiasi. Kita dapat menyimak simple notion dari maskapai ini : “If you get your passengers to their destinations when they want to get there, on time, at the lowest possible fares, and make darn sure they have a good time doing it, people will fly your airline. “ dan Mission Statement yang sangat customers demand yaitu “The mission of Southwest Airlines is dedication to the highest quality of Customer Service delivered with a sense of warmth, friendliness, individual pride, and Company Spirit. “ Strategi ini juga dipakai oleh Air Asia, Lion Air,dll.

Nah gimana rasanya berbisnis di samudera biru? Enak dan nyaman kan? Pada prinsipnya Atasilah Hambatan di dalam Organisasi (perusahaan) dan Satukan Eksekusi dalam Strategi. Mari ciptakan Value bagi perusahaan kita dengan prinsip Inovasi dan Low Cost Production.
so Innovate or die.

Surabaya 24 Maret 2010

Taufik Nur Maks’ud
(Pusat Studi Teknologi dan Manajemen Industri UNHAS, Riset Director IMA Chapter Sul-Sel, Mahasiswa Pascasarjana ITS Surabaya)

Note : nantikan tulisan berikutnya

Sumber tulisan :
1. Diskusi Perkuliahan Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc., Ph.D Mata Kuliah Manajemen Strategi ITS Surabaya, 24 Maret 2010.
2. http://www.blueoceanstrategy.com/
3. Materi Mata Kuliah Hypercompetitive and Blue Ocean Strategy TI ITS
4. http://trifanny.wordpress.com/2009/12/10/strategi-a-mild-pt-hm-sampoerna-tbk-wujud-nyata-keberhasilan-blue-ocean-strategy-di-indonesia/
5. http://www.southwest.com/about_swa/airborne.html?int=gfooter-difference-history
6. Gambar : mblog.manager.co.th

3/23/2010

Berdiri di atas Bahu Raksasa





Ada hal yang menarik ketika mengikuti perkuliahan dari pertemuan ke-1 hingga ke-9 Mata Kuliah Metodologi Penelitian di Program Magister Teknik Industri ITS Surabaya yang dibawakan oleh Ibu Maria Anityasari, M.E. PhD. Hal yang menarik itu apa? nah ini yang selalu membuat penulis berkesan, yaitu ketika mendengar kata Standing on The Shouder of Giant dan Acknowledge. Kedua kata tersebut mengandung istilah penghargaan, rasa hormat yang akan berujung pada memahami betapa kecilnya kita berada pada ranah eksplorasi ilmu pengetahuan. Seorang Ilmuan atau siapa saja yang mengusung nilai-nilai tersebut akan menjadi seorang yang memiliki integrity, humble, humility dan generosity, mengutip istilah Peter Drucker dalam Drucker Leadership Model yang disampaikan oleh Rick Warren dalam Peter Drucker Memorian. Humility, Integrity dan Generosity adalah Pengejawantahan dari Sikap Kerendahatian dan Sikap Saling membantu antar sesama.

Standing on The Shoulder of Giant
Ketika kita link ke situs Google Scholar, salah satu fasilitas Google untuk browsing jurnal ataupun artikel, maka pada tampilan depannya akan selalu terpampang quote ini. Standing on the shoulder of giant, atau Berdiri di atas bahu raksasa.
Who is giant? siapakah yang raksasa? nah ini terkadang kita lupakan ketika kita membuat suatu penelitian dan sukses, kita terkadang egois dan muncul rasa kesombongan diri. Kita tidak pernah merasa bahwa penelitian yang kita lakukan tentunya diinspirasi dan mendapatkan sumber referensi dari penelitian-penelitian yang telah ada sebelumnya, bahkan mungkin umur penelitian itu telah mencapai ribuan tahun.

Rentetan Penemuan mutakhir tentang HP (Handphone) yang kita sering gunakan sehari-hari ini,diprakarsai oleh beberapa tokoh penting yaitu Alexander Graham Bell, dan Antonio Meucci( penemu telepon), kemudian muncul lalu ada Amos E Joel Jr, pionir sistem penyambung (switching) ponsel dari satu wilayah sel ke wilayah sel yang lain. Switching ini harus bekerja ketika pengguna ponsel bergerak/berpindah dari satu sel ke sel lain sehingga pembicaraan tidak terputus, kemudian hadir penemu HandPhone yang bernama Martin Cooper (Motorola), dan sekarang bermunculan penemuan-penemuan mutakhir dari aplikasi handphone yang menghasilkan Perangkat HP yang canggih nan super aplikatif.

Nah ini berarti bangunan pengetahuan dan sejarah panjang penemuan tentang HandPhone yang ada sekarang telah dirintis beratus tahun lalu oleh para peneliti seperti Bell, Meucci, Joel, hingga Cooper. Nah ini membuktikan bahwa penemu teknologi canggih tentang HP seperti "berdiri di atas bahu penemu-penemu" yang disebutkan di atas.

Ada filosofi yang dikemukakan juga oleh Dr. Maria dalam kuliahnya, bahwa kita dapat membangun sendiri dari penelitian yang kita lakukan, tapi apakah itu kita mulai lagi dari awal (baca nol)?. Laksana ketika secara sendiri-sendiri membuat bangunan di padang pasir, bangunan itu seperti gundukan pasir yang bertebaran di mana-mana, ketika ada tiupan badai akan hilang seketika. Namun ketika kita membangun sebuah penelitian dari penelitian sebelumnya dan meng-acknowledge (menuliskan sebagai wujud pengakuan dan penghargaan atas penelitian sebelumnya) maka kita seperti membangun sebuah Piramida, yang kokoh. Nah landasan inilah yang mesti kita bangun. Ketika ada badai tak akan mudah digoyahkan.

Namun sekali lagi kita tidak boleh Egois dan Sombong akan kemutakhiran dan fantastisnya penemuan yang kita hasilkan. Cerita Kapal Raksasa Titanic yang berdimensi panjang 269 meter (882 kaki 9 inci) dan 28 meter (92 kaki 6 inci) lebar, berat mati 46.328 ton, dan ketinggian dari permukaan air ke geladak setinggi 18 meter (60 kaki)yang pembangunannya di biayai oleh J.P. Morgan dengan perusahaannya International Mercantile Marine Co. yang diklaim oleh majalah Ship Builders sebagai kapal yang "hampir tidak mungkin tenggelam". Akan tetapi akhirnya tenggelam pada 15 April 1912 setelah menabrak gunung es di selatan Grand Banks di Newfoundland Samudera Atlantik dekat Negara Kanada dalam pelayarannya dari Southampton,Inggris menuju New York City, New York, pada 15 April 1912. Nah buat apa kita sombong akan penemuan kita?

Acknowledge

Acknowlegde merupakan sisi yang paling dekat dari istilah Plagiarism. Dalam Tutorial unsw.edu disebutkan bahwa untuk menghindari masalah plagiat inti utamanya adalah meng-acknowledge individu atau institusi yang memiliki hak atas penemuan atau penelitian sebelumnya, berikut kutipannya "Plagiarism is using the words or ideas of others and presenting them as your own. Plagiarism is a type of intellectual theft. It can take many forms, from deliberate cheating to accidentally copying from a source without acknowledgement. Whenever you use the words or ideas of another person in your work, you must acknowledge where they came from. You can avoid plagiarism by following the suggestions outlined in this guide.".

Dalam Oxford Learners Pocket Dictionary pada Page 8 kata Acknowledge : tell sb that you have received sth (eg a letter), show that you have noticed, publicly express thanks for help you have been given. Kesemuanya mengandung makna menyampaikan kepada khalayak bahwa hal-hal yang membantu kita dalam suatu hal wajib kita berikan apresiasi, penghargaan,dalam hal ini dicantumkan dalam penelitian kita.

Kita ketahui bersama kasus Plagiarisme dari Profesor AA. Banyu Perwita, PhD. Kasus ini muncul ketika ditemukan kesamaan materi dan isi dalam artikel yang berjudul “RI as a new middle power? yang diterbitkan koran berbahasa inggris The Jakarta Post.Tulisan ini ternyata sama dengan artikel yang ditulis Carl Ungerer, peneliti asal Australia. Tulisan Ungerer berjudul “The ‘Middle Power’ Concept in Australian Foreign Policy” diterbitkan dalam Australian Journal of Politics and History: Volume 53, Number 4, 2007. Nah mungkin saja Prof. Banyu tidak menuliskan sumber tulisannya sehingga mengakibatkan resiko fatal bagi karir akademiknya. Apalagi saat ini teknologi penelusuran artikel ataupun jurnal telah semakin canggih sehingga memungkinkan tulisan yang kita buat bisa ditelusuri kesamaannya bahkan kebenarannya.

Nah sekarang kita mulai sadar bahwa inti dua hal yang menarik di atas adalah kembali pada sifat fitrah manusia, yaitu Belajar Memberikan Penghargaan kepada sesama bahkan jika itu bantuan sekecil apapun, bersikap saling menghargai adalah budaya yang perlu dikembangkan. Apakah kita akan hidup meyendiri dan terkucilkan dalam pergaulan jika kita tidak memberikan ruang dan kesempatan kepada rekan sesama untuk mengembangkan ilmu kita? tentu kita tidak ingin seperti kondisi demikian.

sekali lagi acknowledge others and keep standing on the shoulder og giant.
Karena kita akan menjadi Hebat di atas Pundak Raksasa. Tidak akan ada yang berani kepada kita jika berdiri di atas pundak Raksasa..heheheheehe....

Sekian tulisan ini, tunggu tulisan berikutnya...Keep on Fighting till the end...

Taufik Nur Maks'ud
Surabaya, 22 Maret 2010


sumber tulisan :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/RMS_Titanic
2. http://berita-pilihan.blogspot.com/2008/11/kisah-penemu-handphone.html
3. Perkuliahan Ibun Maria A, Ph.D.Metodologi Penelitian
4. gambar : leisureguy.wordpress.com
5. http://budiono.net/2010/02/15/berdiri-di-bahu-raksasa
6. http://www.lc.unsw.edu.au/onlib/plag.html
7. Oxford Learner's Pocket Dictionary

3/22/2010

Keberanian



Memahami Rasa Takut


Ketika kita diperhadapkan pada suatu pekerjaan, tugas ataupun masalah yang sifatnya baru ataupun yang berulang, kita sering dihinggapi penyakit yang sifatnya umum bahkan mendunia yaitu Rasa Takut.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Deane Aikins, ilmuwan dari Universitas New Heaven menyebutkan bahwa tidak semua tentara berani berperang. Perasaan takut atau stres yang dihadapi oleh beberapa tentara ternyata berasal dari sebuah hormon yang tercampur dalam darah mereka.

Aikins dan rekan kerjanya berhasil menyimpulkan temuan ini berdasarkan penelitian tingkat hormon stres para tentara, di bawah program pelatihan yang sedang diadakan sebuah pasukan khusus. Sampel darah yang diambil dari para tentara tersebut menunjukkan, tentara dengan rasa takut yang tinggi memiliki tingkat hormon stres yang cukup rendah. Hormon tersebut diberi nama Cortisol. Sebaliknya, tentara yang sangat berani memiliki level hormon dengan nama neuropeptide y, dalam kadar yang cukup tinggi.(sumber : dikutip melalui Reuters, Senin, 16/2/2009).

Bahkan tentara pun memiliki rasa takut ? ya tentunya iya...mereka kan juga manusia biasa...

Menyimak hasil penelitian tadi telah tergambar bahwa setiap manusia dalam darahnya mengalir Hormon Cortisol atau Hormon Rasa Takut. Tapi apakah darah kita akan kita biarkan dialiri oleh rasa takut yang berlebihan? ada beberapa tips untuk menghilangkan rasa takut yaitu melakukan dzikir, olah raga, meditasi dan meningkatkan performa atau kemampuan kita.



Penulis punya pengalaman seperti itu, ketika dihadapkan pada menumpuknya tugas perkuliahan, rasa takut kian muncul dengan bayangan tugas yang dikerjakan bakal tidak sesuai harapan atau mendapatkan Nilai Poor ataupun Fair. Ketika muncul kebuntuan adalah mulai berdzikir atau bahasa lain bermeditasi, bermunajat kepada Allah SWT untuk memohon dimudahkan segala urusan kita dan diakhiri dengan berdoa. Hal ini untuk menguatkan bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan akan mendapatkan support langsung dari-Nya.


Cara lain yang mendukung usaha pertama adalah berusaha merelaksasi tubuh dan pikiran dengan cara mendengarkan musik ataupun sekedar nonton TV. Olahraga juga merupakan cara jitu, penulis menganggap bahwa Olahraga dapat mengeluarkan hal-hal negatif dalam tubuh dan fikiran kita.

Meningkatkan Performa

Performa atau Kemampuan berhubungan dengan kualitas diri yang dibangun dari kegiatan belajar maupun latihan yang seimbang. Tentara dengan latihan yang cukup tentunya mempunyai rasa percaya diri yang baik sehingga rasa takutnya dalam medan perang akan hilang dengan sendirinya.

Latihan yang berulang ulang, terbiasa menulis dan membaca buku, rajin membaca trik-trik mengerjakan soal, membaca artikel yang berhubungan dengan tugas kita tentunya akan meningkatkan performa kita sebagai mahasiswa, dosen ataupun peneliti.

So, Rasa Takut akan hilang jika kita berusaha menjauhkan dari diri kita.


Silahkan mencoba...


Salam Sukses


Taufik Nur Maks'ud
Surabaya, 21 Maret 2010

Only The Strong Can Survive

In life we go through many things

facing it and the heartache it bringss,

sometimes we're not on top of things.

Eventually, we start to rise above it all,

somebody helped us as we started to fall,

even when there was no one you had to call,

you felt stuck against the wall.



Don't stay there, move away!

Be confident in yourself each day

telling yourself it'll be ok.

Maybe it wasn't so bad after all,

now that you're standing straight, tall,

go out, treat yourself, have a ball!



Only the weak ones give into giving up,

they feel as if they have no luck.

It's not luck you're jut blessed,

separated, being different from the rest,

you have survived the world's hardest test,

by giving positive action your best.

Only The Strong will Live long

and be able to carry on.



(by Aleja Bennett)

2/17/2010


Kekuatan Fokus

Pada prakteknya, Fokus terhadap sebuah tujuan tidak segampang yang kita fikirkan.
Makanya tidak semua orang memilih untuk FOKUS

Hanya orang-orang yg terpilih karena mereka menetapkan dirinya sendiri untuk Fokus. Fokus memberi batasan apa yang akan kita tuju, sebab dalam perjalanan kita mencapai goals pasti banyak godaan dan tantangan yang silih berganti akan muncul. Ketika kita ada tawaran untuk mencapai tujuan lain pastinya akan membuat kebimbangan-kebimbangan baru yang pastinya akan menyita waktu kita yang sesungguhnya tidaklah banyak untuk melakukan upaya coba-coba ke tujuan lain.

Pahamilah bahwa Kesuksesan segalanya dimulai dari komitmen kita untuk FOKUS pada satu Tujuan. Segalanya memang membutuhkan waktu, tp jika anda fokus, anda akan menemui dan mengenali kegagalan-kegagalan yang jumlahnya sedikit mungkin, namun jika anda tidak fokus, anda akan menemukan kesulitan dan kegagalan yang jumlahnya pasti akan lebih banyak, sedangkan waktu anda sangat terbatas...sehingga disini anda akan diperhadapkan pada sebuah pilihan..Focus or Failure..

Telah banyak kisah-kisah sukses yang mengantar pada sebuah kebahagiaan oleh karena hatinya memilih untuk Fokus...

Kawan seFokus...Jadikanlah diri anda orang-orang berkomitment untuk mencapai Kesuksesan dengan "hanya" bermodal Fokus.

Focus is way to success for ur life.

Salam Fokus, Sukses untuk anda semua...Sebuah Harapan baru akan anda lahirkan jika anda Fokus.

Sukses


Taufik Nur Maks'ud

5/23/2009

Simbolisme Tugu Proklamasi JK-Win sama dengan simbolisme Springfield, Illinois bagi Abraham Lincoln dan Barack Obama

Simbolisme Tugu Proklamasi JK-Win sama dengan simbolisme Springfield, Illinois bagi Abraham Lincoln dan Barack Obama

Penulis mencoba menganalisa keputusan Pasangan JK-Win menetapkan Tugu Proklamasi sebagai Tempat Deklarasi Resmi sebagai Calon Presiden dan Wakil Presiden, yang dilaksanakan pada Hari Minggu,10 Mei 2009, di tengah keraguan Capres lain untuk menentukan pasangannya, maka ini kemudian semakin membuktikan kecepatan dan ketepatan JK-Win untuk serius menghadapi Pemilu Presiden 2009.

Ketika kita kembali (flash back) melihat sejarah Perjuangan Bangsa yang Besar ini, secara spesifik ketika dikaitkan dengan Tugu Proklamasi sebagai simbol perjuangan, maka ini kemudian akan kembali membangkitkan kesadaran akan sejarah panjang Perjuangan Bangsa ini. Tugu Proklamasi merupakan salah satu simbol perjuangan, bahkan menjadi simbol inti dan puncak dari perlawanan bangsa ini dalam memerdekakan dirinya pada tanggal 17 Agustus 1945.

Memilih Tugu Proklamasi sebagai tempat deklarasi

JK dan Wiranto sadar bahwa Tugu Proklamasi merupakan simbol perjuangan bangsa ini, simbol yang kemudian akan kembali membangkitkan dan menggelorakan semangat ''Kemandirian dan Kemerdekaan" bangsa dalam menghadapi tantangan Global saat ini, sama seperti Harapan Besar Proklamator Soekarno-Hatta di masa silam. Harapan Besar itupun kemudian kembali dibangkitkan oleh JK-Wiranto persis di tempat yang sama, hampir 64 Tahun yang lalu.

Saya kemudian teringat Barack Obama, sang Presiden Amerika Serikat dalam memilih tempat pendeklarasian Pencalonannya, dan tak tanggung2 memilih di Springfield, Illinois. Di podium yang sama, tahun 1858, Abraham Lincoln mendeklarasikan penghentian perbudakan, emansipasi orang keturunan Afrika di AS, dan perlakuan sama di depan hukum bagi semua orang di AS. Orang mengenang Lincoln sebagai seorang senator, muda, dan membawa perubahan pada masa sulit karena terjadi perang saudara. Obama adalah seorang senator, muda, dan menjanjikan perubahan pada masa sulit setelah terjadi perang Irak.

JK dan Wiranto sebagai simbol Nasional bangsa ini kemudian, mencoba membangkitkan semangat-semangat Pembaharuan itu, sama dengan semangat yang dibangkitkan oleh Barack Obama dan Abraham Lincoln,
Semangat Kemandirian menuju Kesejahteraan Bangsa (sesuai dengan tagline Pencapresan), Semangat yang tidak akan pernah lekang oleh zaman,
Semangat membangkitkan kembali kesadaran kita sebagai bangsa yang besar dan memang pernah besar,
Semangat kebersamaan tanpa membedakan etnisitas,
Semangat untuk lebih baik, sebab kita tak pernah lagi akan tertinggal oleh Bangsa lainnya,
Semangat untuk membangkitkan kesadaran bahwa negara dengan sumber daya alamnya dan manusia yang kaya akan makmur jika dikelola oleh orang yang mengerti Bangsa ini.
Sama seperti penuturan Mantan Presiden Lee Kuan Yew, Bahwa JK adalah Sebenar-benarnya Presiden, The Real President, hanya JK lah yang paling mengerti tentang Pengelolaan bangsa ini.

Optimisme inilah yang dibangun JK-Wiranto. Pasangan yang senantiasa tegas, lebih cepat dan lebih baik

Tugu Proklamasi Kemerderkaan Indonesia hari ini, kemudian menjadi titik awal membangun Negara Bangsa, mengingatkan Dwi Tunggal Proklamator Soekano Hatta mendeklarasikan dan Memproklamasikan Kemerdekaan dan Perjuangan Bangsa ini, titik awal membangun bangsa Indonesia.
Itulah mengapa JK-Win mulai kembali membangun bangsa ini dimulai dari titik ini, titik di Tugu Proklamasi-Jakarta

Ayo Maju

Taufik Nur Mas'ud,
Jakarta, 09 Mei 2009

Sumber:http://www.facebook.com/note.php?note_id=97626866527

5/21/2009

Neoliberalisme dan Kebangkrutan Ideologi Kapitalisme

Neoliberalisme dan Kebangkrutan Ideologi Kapitalisme

Oleh: Hidayatullah Muttaqin, SE, MSI

Neoliberalisme (neoliberalism) merupakan sekumpulan kebijakan ekonomi yang merujuk kepada pemikiran bapak ekonomi Kapitalis Adam Smith. Ruh pemikiran ekonomi Adam Smith adalah perekonomian yang berjalan tanpa campur tangan pemerintah. Model pemikiran Adam Smith ini disebut Laissez Faire.
Adam Smith memandang produksi dan perdagangan sebagai kunci untuk membuka kemakmuran. Agar produksi dan perdagangan maksimal dan menghasilkan kekayaan universal, Smith menganjurkan pemerintah memberikan kebebasan ekonomi kepada rakyat dalam bingkai perdagangan bebas baik dalam ruang lingkup domestik maupun internasional.
Dalam bukunya The Wealth of Nations, Smith mendukung prinsip “kebebasan alamiah”, yakni setiap manusia memiliki kebebasan untuk melakukan apa yang diinginkannya tanpa campur tangan pemerintah. Ini mengandung pengertian negara tidak boleh campur tangan dalam perpindahan dan perputaran aliran modal, uang, barang, dan tenaga kerja. Smith juga memandang pembatasan kebebasan ekonomi oleh pemerintah sebagai pelanggaran hak asasi manusia.
Alasan utama Smith yang melarang intervensi pemerintah adalah doktrin invisible hands (tangan gaib). Menurut doktrin ini, kebebasan (freedom), kepentingan diri sendiri (self-interest), dan persaingan (competition) akan menghasilkan masyarakat yang stabil dan makmur. Upaya individu untuk merealisasikan kepentingan dirinya sendiri bersama jutaan individu lainnya akan dibimbing oleh ”tangan tak terlihat”. Setiap upaya individu mengejar kepentingannya, maka secara sadar atau pun tidak indvidu tersebut juga mempromosikan kepentingan publik. Dengan kata lain, Smith mengklaim dalam sebuah perekonomian tanpa campur tangan pemerintah (laissez faire) yang mengedepankan nilai-nilai kebebasan (liberalisme), maka perekonomian secara otomatis mengatur dirinya untuk mencapai kemakmuran dan keseimbangan.
Sebagai varian baru dari pemikiran ekonomi liberal, neoliberalisme dilahirkan untuk menandingi pemikiran ekonomi Keynesian yang mendominasi Barat selama tiga puluh tahun. Krisis minyak yang dimulai pada akhir tahun 1973 mengakibatkan resesi ekonomi, pengangguran dan inflasi di atas 20% di sejumlah negara, dan menyeret negara-negara Dunia Ketiga tidak mampu membayar hutangnya. Sejak saat itu, negara-negara Kapitalis memandang doktrin Keynesian tidak mampu memberikan solusi bahkan dianggap sebagai penyebab krisis.
Krisis minyak mendorong negara-negara Kapitalis menempuh cara baru di dalam mengelola perekonomiannya. Pembatasan fiskal dan kontrol atas money supply menjadi tren baru kebijakan ekonomi di negara-negara Barat. Tahun 1976, IMF memaksa Inggris memangkas belanja publik dan melakukan kontrol ketat atas inflasi. Menurut Norena Heertz, mulai saat itu doktrin Keynesian dengan big government-nya telah sekarat atau bahkan mengalami kematian.
Kesimpulan Heertz tentang matinya doktrin Keynesian tergambar dalam pidato Perdana Menteri Inggris James Callaghan dalam Kongres Partai Buruh. Ia mengatakan: ”Selama ini, kita berpikiran bahwa anda dapat mengatasi krisis dan meningkatkan kesempatan kerja dengan menaikkan pengeluaran pemerintah. Saya beritahukan kepada anda bahwa sekarang hal tersebut tidak berlaku lagi.” Di Amerika Serikat, Presiden Carter pun mengambil langkah memangkas pengeluaran publik sebagai bagian dari stimulus ekonomi.
Di samping doktrin utama laissez faire dan pasar bebas (free market) yang sudah ada sejak Kapitalisme liberal Adam Smith, doktrin ekonomi neoliberal dikembangkan ke dalam kerangka liberalisme yang lebih sistematis. Elizabeth Martinez and Arnoldo Garcia menjelaskan lima kerangka utama neoliberalisme.
1. Free market
Dalam konsep free market swasta dibebaskan dari keterikatannya terhadap negara dan tanggung jawab atas permasalahan sosial yang terjadi karena aktivitas perusahaan mereka. Pengurangan tingkat upah dengan menghapus serikat-serikat pekerja dan memotong hak-hak buruh. Harga dibiarkan bergerak tanpa intervensi pemerintah. Kebebasan total di dalam perpindahan modal, barang, jasa. Para pengusung free market senantiasa menyatakan: ”Pasar yang tidak diatur adalah jalan terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan memberikan keuntungan bagi setiap orang.”
2. Pembatasan anggaran belanja publik
Anggaran publik seperti kesehatan, pendidikan, pemenuhan air bersih, listrik, jalan umum, fasilitas umum, dan bantuan untuk orang miskin harus dikurangi dan dibatasi sehingga tidak membebani APBN. Pandangan ini sama saja dengan mengurangi peranan pemerintah dalam perekonomian dan pemenuhan kebutuhan publik. Namun di balik paham neoliberal ini, kalangan korporasi dan pemilik modal sangat mendukung subsidi dan pengurangan pajak yang menguntungkan bisnis mereka.
3. Deregulasi
Mengurangi atau bahkan menghapus peraturan-peraturan yang menghambat kepentingan bisnis korporasi dan pemilik modal.
4. Privatisasi
Menjual badan usaha, barang atau pelayan yang menjadi milik negara (BUMN) kepada investor, khususnya aset-aset dalam bentuk bank, industri-industri kunci, kereta api, jalan tol, listrik, sekolah, rumah sakit, dan air bersih. Alasan utama dilakukannya privatisasi untuk mengejar efisiensi. Namun pada faktanya privatisasi justru menciptakan konsentrasi kekayaan ke tangan segelintir orang-orang kaya sedangkan rakyat harus menanggung beban harga-harga public utilities yang mahal.
5. Menghilangkan konsep barang publik
Pemindahan tanggung jawab pengadaan barang dan layanan publik dari tangan negara menjadi tanggung jawab individu. Dengan kata lain, masyarakat harus menemukan sendiri solusi dalam pemenuhan kebutuhan hidup mereka akan barang-barang publik.
Menurut I. Wibowo, kelahiran neoliberalisme didorong empat faktor utama, yaitu (1) munculnya perusahaan multinasional (multinational corporations – MNC) sebagai kekuatan riil dengan nilai aset lebih besar dari pada kekayaan yang dimiliki oleh negara-negara kecil. (2) Munculnya organisasi (rezim internasional) yang berfungsi sebagai surveillance system (sistem pengawasan) dalam memastikan prinsip-prinsip ekonomi liberal berjalan atas seluruh negara di dunia. (3) Revolusi bidang teknologi komunikasi dan transportasi yang menjadi katalisator dan fasilitator terlaksananya pasar bebas dan perdagangan bebas secara cepat ke seluruh dunia. (4) Keinginan negara-negara kuat untuk mendominasi dan menciptakan hegemoni atas negara-negara yang lebih lemah.
Kelahiran neoliberalisme tidak dapat dipisahkan dari keberadaan ideologi Kapitalisme. Karakter liberal yang bersumbu pada ”kebebasan” dan menonjolkan ”kepentingan individu” senantiasa menjadikan kegiatan ekonomi berjalan seperti hukum rimba. Philosuf Inggris Herbert Spencer memandang seleksi alam (survival of fittest) sebagai prinsip wajib kegiatan ekonomi dalam sistem Kapitalisme. Konsekwensinya, perekonomian berjalan dengan cara menindas yang lemah dan memfasilitasi yang kuat (pemilik modal) agar alokasi sumber daya (resources) dan penguasaan pasar berada di tangan pemilik modal.
Kapitalisme merupakan ideologi yang tegak di atas asas Sekularisme yang tumbuh dan berkembang pertama kali di Eropa. Sekularisme adalah paham yang memisahkan agama dari kehidupan dan mengharamkan peranan Tuhan terhadap pemecahan permasalahan manusia, termasuk menentukan nilai baik dan buruk, benar dan salah. Sekularisme menempatkan rasio (akal) manusia dan emperisme di atas segala-galanya. Dengan Sekularisme, Kapitalisme memandang dunia dan memecahkan permasalahan kehidupan. Akibatnya Kapitalisme menjadi ideologi yang tidak bermoral, mengedepankan profit dan kepuasan materi, serta menindas umat manusia.
Menurut Betrand Russel, inti pemikiran yang terkandung dalam Sekularisme adalah kebebasan individu. Kebebasan indvidu diperlukan untuk menjaga dan menyebarkan Sekularisme ke seluruh dunia. Kebebasan individu tersebut dibagi ke dalam empat jenis, yaitu: kebebasan beragama (freedom of religion), kebebasan berpendapat (freedom of speech), kebebasan kepemilikan (freedom of ownership), dan kebebasan berperilaku (freedom of behavior).
Kebebasan kepemilikan adalah paham yang memandang seseorang dapat memiliki harta/modal dan mengembangkannya dengan sarana dan cara apa pun. Dari prinsip kebebasan kepemilikan inilah lahir pandangan tentang sistem ekonomi Kapitalis. Bahkan karena peranan pemilik modal (kaum kapitalis) sangat menonjol dalam negara sehingga merekalah penguasa sebenarnya daripada para politisi, maka ideologi yang berasas Sekularisme ini pun disebut ideologi Kapitalisme.
Implikasi kebebasan kepemilikan sebagai bagian dari kebebasan individu adalah dominasi kepemilikan individu di tengah perekonomian. Meskipun prinsip kebijakan negara menata jalannya perekonomian tanpa campur tangan pemerintah (laissez faire), namun karena dominasi pemilik modal atas sistem politik dan perundang-undangan, kebijakan negara justru tunduk pada kepentingan kaum kapitalis.
Sektor-sektor perekonomian yang secara faktual menguasai hajat hidup orang banyak atau semestinya dikuasai negara untuk mencegah konsentrasi kepemilikan di tangan segelintir orang malah diserahkan kepada mekanisme pasar yang sudah jelas didominasi kaum kapitalis. Secara logis laissez faire hanya menjadi alat kaum kapitalis untuk mencegah dominasi negara atas perekonomian, menghalang-halangi distribusi kekayaan yang adil di tengah masyarakat, dan menjadikan negara sebagai alat untuk melegalisasi ”kerakusan” kaum kapitalis. Dalam sistem ini fungsi negara hanyalah untuk merealisasikan kepentingan segelintir individu saja.
Adapun perubahan pemikiran ekonomi dari mainstream (aliran utama) ekonomi pasar yang liberal ke mainstream Keynesian yang sarat intervensi negara (big government) pasca Depresi Besar (Great Depression) 1929, dan kembali liberal pasca krisis minyak dunia 1973 dengan mainstream neoliberalnya merupakan dinamika pemikiran ekonomi yang berkembang dalam sistem Kapitalisme. Dinamika pemikiran ini tidak mengubah ideologi Kapitalisme itu sendiri walau pun di dalamnya terdapat aliran-aliran pemikiran yang saling bertolakbelakang dan kebijakan yang saling kontradiktif. Sebab hakikatnya tidak ada perubahan pada asas Sekularisme yang menjadi pikiran pokok dan standar nilai Kapitalisme. Perubahan hanya terjadi pada pemikiran cabang ideologi ini, yakni pemikiran ekonomi.
Ketika ekonomi pasar mengalami kehancuran konseptual dengan krisis berat yang melanda Barat pada 1929, J.M. Keynes maju dengan pemikiran yang bertolakbelakang dengan ekonomi pasar yang terangkum dalam bukunya The General Theory of Employment, Interest and Money (pertama kali terbit 1936). Keynes menawarkan alternatif bahwa negara harus melakukan intervensi untuk mengangkat kembali perekonomian dari keterpurukan. Negara harus mengisi kekosongan peranan swasta yang sebelumnya mendominasi perekonomian. Negara harus menjalankan kebijakan defisit dengan membuat anggaran belanja yang lebih besar untuk menciptakan lapangan kerja.
Apa yang dilakukan Keynes dan kemudian diadopsi oleh negara-negara Barat bukanlah sebuah pengingkaran terhadap Kapitalisme. Menurut Mark Skousen, Keynes justru menjadi penyelamat Kapitalisme dari kehancuran. Meskipun pemikiran ekonominya bertolakbelakang dengan doktrin laissez faire, Keynes tidak melepaskan tolak ukur pemikirannya dari Sekularisme.
Abdurrahman al-Maliki memandang Kapitalisme sebagai sistem ekonomi dengan strategi ”tambal sulam”. Strategi ini digunakan untuk menutupi kebobrokan Kapitalisme dan melestarikan keberadaan institusinya dari kebangkrutan. Strategi ”tambal sulam” dijalankan dengan cara mencangkokkan ide tentang keadilan sosial ke dalam negara (welfare state) dengan konsekwensi pergeseran peranan ekonomi dari tangan swasta ke tangan negara (big government).
James Petras melihat dalam sebuah rezim yang menganut Kapitalisme, pemerintah memiliki dua buah rencana. Yakni rencana yang beroirentasi liberal (neoliberalism) dan berorientasi kesejahteraan sosial (social welfare). Jika kebijakan orisinil (ekonomi liberal) mengalami kegagalan maka pemerintah akan mengubah orientasi kepada kesejahteraan sosial. Perubahan ini semata-mata untuk merebut hati masyarakat dengan tujuan mempertahankan kekuasaan dan sistem.
Dinamika pemikiran ekonomi yang saling bertolakbelakang dalam Kapitalisme merupakan konsekwensi logis dari ideologi ini dalam menentukan sumber hukum. Sebab sumber hukum dalam Kapitalisme digali dari realitas, sehingga perkembangan pemikiran ekonomi sangat bergantung pada perkembangan realitas ekonomi di tingkat domestik dan dunia. Sedangkan realitas ekonomi yang berkembang merupakan hasil penerapan Kapitalisme itu sendiri. Jika realitas ekonomi tidak kondusif bagi Kapitalisme yang memaksa negara memodifikasi kebijakan ekonominya secara prinsipil, maka itulah tanda kelemahan dan kebobrokan sistem Kapitalisme.
Misalnya, realitas sekarang menunjukkan krisis finansial global yang terjadi sejak 2007 telah meluluhlantakkan sistem keuangan negara-negara kapitalis dengan kerugian trilyunan dolar AS, dan ancaman kebangkrutan tidak hanya menimpa korporasi finansial tetapi juga korporasi yang bergerak di sektor riil di seluruh dunia. Jika negara-negara kapitalis tidak melakukan intervensi di sektor finansial dan penyelamatan sektor riil untuk menjaga konsistensi doktrin laissez faire, maka sudah dapat dipastikan sistem keuangan Barat berada di jalan buntu, kebangkrutan korporasi secara massal, PHK yang jauh lebih besar dari PHK massal tahun ini (2008), jatuhnya daya beli masyarakat dalam tingkat yang siknifikan, dan kepanikan yang sangat mungkin menciptakan prahara ekonomi jauh lebih dasyat dibandingkan Depresi Besar 1929.
Karena itu bailout dan berbagai bentuk intervensi lainnya yang terjadi secara massive harus dilihat sebagai upaya penyelamatan institusi ideologi Kapitalisme walau pun negara-negara penganut Kapitalisme harus mengingkari ”akidah” ekonominya yakni laissez faire. Di satu sisi intervensi ini mencerminkan negara-negara kapitalis telah berlaku ”munafik”, di sisi lain intervensi tersebut merefleksikan ”konsistensi” negara kapitalis dalam melindungi kepentingan pemilik modal dan selalu membebankan biayanya ke pundak rakyat.
Realitas ekonomi yang buruk pada dasarnya cermin kegagalan sistem Kapitalisme. Meskipun secara institusi Kapitalisme belum berakhir, namun secara konseptual (ide) Kapitalisme telah mengalami kebangkrutan bahkan sejak Depresi Besar 1929.
Sebagai ideologi buatan manusia yang tentu saja memiliki cacat bawaan, negara-negara kapitalis senantiasa melakukan metode tambal sulam untuk menutupi kebobrokan Kapitalisme. Jika sekarang di negara-negara Barat Laissez Faire sedang dicampakkan, neoliberalisme sedikit dipinggirkan dengan adanya nasionalisasi parsial, maka hakikatnya Barat sedang menambal kecacatan ideologi untuk mencegah keruntuhan institusinya. Tambal sulam ini dilakukan pada kondisi-kondisi tertentu, yakni pada saat pemerintahan-pemerintahan Barat tidak dapat menghadapi realitas ekonomi di negara mereka hanya dengan laissez faire. []

Hidayatullah Muttaqin adalah dosen tetap Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dan Ketua Lajnah Siyasiyah DPD I HTI Kalimantan Selatan.
February 7th, 2009

Kegagalan Kapitalisme dan Solusi Islam untuk Krisis Keuangan Global

Kegagalan Kapitalisme dan Solusi Islam untuk Krisis Keuangan Global

Oleh: Firmansyah

A. Pendahuluan
Rontoknya saham-saham di bursa saham dunia merupakan fenomena yang sangat mengejutkan. Namun, hal ini tidaklah aneh. Sebab sudah dari dulu terjadi krisis keuangan yang diakibatkan oleh sistem ekonomi ribawi yang eksploitatif dan membuat perekonomian didominasi sektor non riil (unriil sector).
Ambruknya bursa saham Wall Street di tahun 1929 yang disusul oleh resesi ekonomi yang berkepanjangan di tahun 1930-an, 1940, 1970, 1980, Black Monday 1987, krisis moneter tahun 1997 di regional Asia, dan sekarang krisis keuangan global tahun 2008. Seolah-olah krisis “ditidakdirkan” tidak akan pernah berakhir dalam perekonomian dunia yang berkiblat pada Kapitalisme.
Nilai ekonomi non rill seperti transaksi di lantai bursa saham melebihi dari nilai transaksi barang dan jasa. Transaksi di lantai bursa dunia nilainya dapat mencapai 700 triliun dollar AS dalam satu tahun. Sementara itu, hanya sekitar 7 triliun USD saja nilai arus barang dan jasa yang diperdagangkan atau hanya seperseratusnya.
Ketidakseimbangan Nilai trasanksi antara sektor riil dan sektor non riil mengakibatkan krisis keuangan dunia. Anjloknya harga saham membuat para spekulan kelimpungan layaknya orang yang usahanya bangkrut membutuhkan dana segar agar tetap liquid. Biasanya mereka membutuhkan dollar baru sebagai dana segar. Jika permintaan dollar meningkat maka nilai dollar akan naik (terapresiasi). Sebaliknya mata uang domestik. seperti Rupiah akan terdepresiasi.
Inilah kanal penghubung ekonomi non riil¬ dalam menghancurkan ekonomi riil. Jika nilai dollar naik maka barang modal industri yang sebagian besar masih impor akan “terseret” naik. Logikanya kalau barang modal naik maka harga jual barang/jasa akan ikut naik dan inilah yang biasa disebut oleh para ekonom sebagai INFLASI. Karena itu lazimnya krisis ekonomi selalu disertai inflasi. Inflasi menyebabkan daya beli masyarakat turun sehingga daya serap pasar atas barang dan jasa juga menurun. Kondisi ini menyebabkan kerugian dan PHK pada sektor industri/manufaktur dan retail.
B. Krisis Keuangan Global 2008
Krisis keuangan global 2008 memiliki dampak yang “luar biasa”. Krisis yang berpusat di Amerika Serikat menimbulkan efek domino di seluruh dunia. Negara-negara Eropa pun terkena imbasnya. Karena itu empat negara besar Perancis, Jerman, Inggris dan Italia pun mengadakan pertemuan darurat guna mengkaji sistem moneter mereka. Bahkan, 10 Oktober 2008, Rusia mengajukan proposal aliansi Eropa-Rusia anti AS.
Efek domino itu kini secara kasat mata menerjang perekonomian Indonesia. Ini terlihat dari anjloknya bursa saham dan pasar uang Indonesia yang mengakibatkan penutupan BEI (Bursa Efek Indonesia) sejak Rabu 8 Oktober 2009. Penutupan dilakukan setelah indeks BEI “terjun bebas” 10,30 persen. Krisis keuangan juga menyebabkan turunnya ekspor dan berkurangnya arus modal masuk sehingga mendorong pelemahan rupiah.
Jum’at 10 Oktober 2009, rupiah melemah dan diperdagangkan pada kisaran Rp. 10.300 per dolar AS. Dengan pelemahan rupiah yang cukup siknifikan, maka cadangan devisa Indonesia akan menguap. Jika rupiah melemah Rp. 9.500 per dolar saja, sekitar Rp 500 triliun aset Indonesia telah menguap begitu saja, lalu berapa aset kita yang menguap dengan kurs rupiah saat ini?
B.1 Subprime mortgage
Krisis keuangan global yang terjadi hingga detik ini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Krisis ini dipicu oleh kredit macet sektor properti (subprime mortgage) di AS. Di negeri asalnya, rangkaian krisis tersebut sudah berlangsung sejak 147.708 nasabah KPR gagal bayar pada April 2007. Meningkat menjadi 239.851 nasabah pada Agustus tahun yang sama, dan naik lagi pada Agustus tahun berikutnya menjadi 303.879 nasabah.
Korban pertama dari kredit macet tersebut adalah dua hedge fund (pengelola dana investasi) yang dikelola oleh Bear Stearns. Perusahaan tersebut ambruk pada Juli 2007. Disusul kemudian dengan ambruknya Morgan Stanley pada November 2007, dan meruginya bank-bank global senilai 55 miliar dolar AS. Sekalipun perusahaan milik Uni Emirat Arab telah menyuntikkan 9,5 miliar dolar AS ke Citigroup, namun tetap tidak mampu menyelamatkan keadaan. Tidak hanya itu, Cina pun menyuntikkan 5 miliar dolar AS ke Morgan Stanley, termasuk Temasek Holding Singapura juga melakukan hal yang sama ke Merrill Lynch. Bahkan hutang-hutang bermasalah itu sudah dihapus oleh bank-bank global (seperti Citigroup, UBS dan HSBC), yang nilainya mencapai 300 miliar dolar AS, pada Januari-Februari 2008.
Semua itu belum membuahkan hasil. Hal ini membuat hingga kaum Kapitalis yang berkeyakinan negara tidak boleh intervensi pun terpaksa mengingkari keyakinannya sendiri. Adalah Inggris yang pertama kali menasionalisasi bank swasta, Northern Rock, 17 Februari 2008. Diikuti oleh Amerika dengan menasionalisasi perusahaan pembiayaan sektor properti, Fannie Mae dan Freddie Mac, 13 Juli 2008. Namun, rupanya pemerintah AS tidak mampu mengakuisisi semua perusahaan bermasalah. 15 September 2008, Lehman Broters Holdings Inc terpaksa dibiarkan ambruk. Setelah itu, 3 Oktober 2008 yang lalu, DPR AS menyetujui paket penyelamatan yang diajukan oleh Menkeu AS, Henry Paulson, dengan mengeluarkan dana talangan 700 miliar dolar AS.
Paket dana talangan tersebut dinilai tidak efektif untuk mengatasi krisis keuangan di negara tersebut, karena isi paket bailout dianggap tidak manjur untuk menyembuhkan akar permasalahan krisis di AS, bahkan bergerak menuju kehancurannya. Sebaliknya, suntikan dana ke bursa justru bagaikan darah segar bagi para spekulan saham di Wall Street.
B.2 Kebangkrutan Lehman Brothers
Bank investasi raksasa Lehman Brothers telah menjadi korban berikutnya dari krisis kredit macet di AS. Kejadian ini mengejutkan lantaran belum lama ini Pemerintah AS terpaksa mengambil alih raksasa pembiayaan perumahan Fannie Mae dan Freddie Mac untuk memperbaiki sistem finansial perumahan di negeri itu.
Kemudian giliran bank investasi Lehman Brothers yang menjadi korban. Dalam penjelasannya, bank yang sudah berusia 158 tahun itu mengajukan kebangkrutan demi melindungi aset dan memaksimalkan nilai perusahaan bagi pemegang saham. Kebangkrutan ini adalah yang terbesar dalam sejarah AS. Lehman Brothers mencatat kerugian sekitar USD 3,9 miliar pada triwulan III/2008 menyusul beberapa kejadian penghapusan buku pada aset kredit perumahan yang dipegang perusahaan itu.
Aset piutang berbasis kredit tersebut terpaksa dihapuskan dari laporan keuangan karena gagal ditagih akibat memburuknya kredit macet. Bank investasi terbesar keempat AS ini menyampaikan formulir kebangkrutan kepada United States Bankruptcy Court for the Southern District of New York pada Senin (15/9) waktu setempat.
Pengumuman kebangkrutan itu muncul setelah lehman Brothers gagal mendapatkan investor baru. Keputusan ini sekaligus menjadi akhir dramatis dari pertemuan tiga hari berturu-turut yang digelar para bankir, Bank Sentral AS, dan Departemen Keuangan AS. Meski pemerintah AS telah mengambil langkah penyelamatan 700 miliar dollar dan George W.Bush telah menandatangani UU Bill Out, pasar tetap merespon negatif. Harga saham terus anjlok danbergejolak.
Bila harga saham terus merosot, kecenderungan orang Amerika untuk memegang uang tunai akan kian menggila. Konsumen akan mengempit uang kontan untuk berjaga-jaga dan mereka berhenti berbelanja. Impor Amerika dari negara-negara lain termasuk Indonesia pun akan terhenti. Alhasil, perekonomian akan mandek dan penciutan tenaga kerja akan terus meningkat. Ujung-ujungnya, daya beli penduduk pun akan kian terkikis. Perekonomian Amerika bisa terkena double deep, yakni keluar dari krisis masuk dalam krisis yang lain.
B.3 Rontoknya bursa saham global
Kabar bangkrutnya salah satu bank investasi terbesar di dunia, Lehman Brothers, akibat krisis kredit perumahan di Amerika Serikat membuat bursa saham global terguncang pada perdagangan Senin 15 September waktu setempat. Pelaku pasar khawatir kebangkrutan lehman Brothers akan mengancam sistem keuangan global. Bursa saham Eropa melemah hingga 5 persen pada perdagangan siang hari. Di london, harga saham grup perbankan HBOS jatuh hingga 20,2 persen. Di Jerman, Commerrzbank anjlok 11,7 persen dan Deutsche Bank jatuh 8,24 persen. Dow Jones Industrial Average (DJIA) tumbang 2,53 persen beberapa saat setelah pembukaan pasar.
Di Indonesia, 8 Oktober jam 11.05 WIB Bursa Efek Indonesia melakukan suspend, penutupan transaksi di lantai bursa. Sebuah langkah yang belum pernah terjadi dalam sejarah lantai bursa di Indonesia, setelah Rusia sebelumnya juga melakukan hal yang sama. IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) anjlok ke 10,38 persen. Suspend dilakukan untuk menghindari terus-menerus anjloknya harga saham karena aksi jual yang terus dilakukan investor.
Terjungkalnya pasar saham AS membuat nilai asset bank dan lembaga keuangan lainnya berjatuhan. Ribuan investor di AS stress karena uangnya raib. Uang para pensiunan di AS yg diinvestasikan menguap 2 Triliun dolar. Puluhan ribu karyawan tiba-tiba kehilangan pekerjaan melengkapi tingginya tingkat pengangguran di AS. Sebanyak 2.5 juta warga Amerika rumahnya disita karena tidak mampu membayar cicilan.
Respon nagatif oleh pasar diperparah dengan penarikan dana oleh warga AS secara besar-besaran dari perbankan yang mengakibatkan terganggunya likuiditas perbankan. Akibatnya, saluran kredit menjadi macet dan perekonomianpun mandeg. Krisis yang harus dibayar dengan sangat-sangat mahal yang tidak cukup hanya dengan sebuah upaya penyelamatan bernilai USD 700 miliar atau sekitar Rp 6.450 triliun itu.
B.4 Penyebab krisis keuangan global
1. Pasar modal (stock exchange)
Sesungguhnya, skandal keuangan yang terjadi pada beberapa perusahaan besar Amerika merupakan pemicu keterpurukan bursa saham Amerika atas keroposnya sistem keuangan kapitalisme. Pertumbuhan ekonomi ala Kapitalisme memang dapat meningkatkan pertumbuhan sektor non riil dengan sangat pesat. Akan tetapi, ia akan menghadapi bahaya pertumbuhan itu sendiri, yakni bahaya ‘gelembung ekonomi’ (bubble economy). Ini ditandai dengan meningkatnya harga saham-saham dengan pesat hingga akhirnya harga saham kelewat mahal serta melebihi kapasitas dan kemampuannya berproduksi.
Pada saat yang sama, para analis saham pun terus memberikan rekomendasi beli sehingga saham diburu dan harga terus menggelembung. Pada satu saat, penggelembungan itu akan mencapai titik jenuh. Ibarat balon yang terus ditiup sampai besar, ia akhirnya meletus.
Perlu dicatat, krisis yang terjadi sekarang merupakan krisis yang berulang. Pada minggu terakhir Oktober 1987, harga-harga saham di bursa-bursa saham utama dunia jatuh berguguran; berawal di Hongkong, lalu merembet ke Jepang, Eropa, dan akhirnya mendarat di Amerika. Anjloknya harga saham tersebut teradi secara berurutan dari satu negeri ke negeri lainnya.
Tragedi serupa terjadi pada bulan dan tahun yang sama, yakni ketika indeks harga saham di New York turun 22% dalam sehari. Indeks utama saham-saham industri Dow Jones jatuh ke titik terendah setelah Worldcom -perusahaan telekomunikasi kedua terbesar di AS- mengajukan proteksi kepailitan ke pengadilan. Disusul kebangkrutan perusahaan energi, Enron, Desember 2001. Lebih ke belakang lagi, peristiwa serupa pernah terjadi pula pada tahun 1929. ketika itu, jatuhnya nilai saham di Amerika telah menimbulkan depresi ekonomi yang sangat parah sehingga menimbulkan kemelaratan, kelaparan, dan kesengsaraan yang berkelanjutan. Akhirnya, Presiden Roosevelt memutuskan untuk melibatkan Amerika dalam kancah Perang Dunia II dalam rangka membangkitkan Amerika dengan cara memproduksi kebutuhan-kebutuhan perang yang sangat besar.
2. Pasar uang (money market)
Sebagaimana diketahui, sistem Pasar Modal tidak akan berfungsi dan berkembang tanpa adanya dukungan sistem-sistem pokok perekonomian lainnya seperti perseroan terbatas (PT), sistem perbankan ribawi, dan sistem uang kertas inconvertible. Ketiga sistem tersebut secara sinergis membagi perekonomian Kapitalisme menjadi dua sektor: (1) sektor reil, yang di dalamnya terdapat aspek produksi dan perdagangan; (2) sektor ekonomi modal/kapital, yang oleh kebanyakan orang disebut sektor non reil yang didalamnya terdapat aspek penerbitan dan jual beli surat-surat berharga yang beraneka ragam.
Saat ini perdagangan di sektor non riil ini telah sedemikian jauhnya, sehingga nilai transaksinya berlipat ganda melebihi nilai sektor riil. Hampir semua negara di dunia ini terjangkit bisnis spekulatif seperti perdagangan surat berharga/utang di bursa saham (stock exchange) berupa saham, obligasi (bonds), commercial paper, promissory notes dsb; perdagangan uang di pasar uang (money market); serta perdagangan derivatif di bursa berjangka.
Bagaimana sektor non riil ini bergerak dengan sangat cepat bisa ditelusuri sejak awal tahun 1980. Dalam rangka meningkatkan kapasitas permodalan, perusahaan-perusahaan multinasional di Amerika mulai memanfaatkan dana-dana menganggur yang berada di lembaga-lembaga dana pensiun, asuransi, dsb; juga memburu dana murah di pasar modal atau bermain valuta asing di pasar uang. Cara ini kemudian menjalar ke negara-negera industri lainnya di Eropa dan Jepang, kemudian ke negara-negara industri baru seperti Singapura, Hongkong, dsb hingga terus bergulir ke semua negara sampai ke level perusahaan. Tindakan tersebut mengakibatkan terjadinya peningkatan arus moneter yang luar biasa dahsyatnya tanpa diimbangi oleh peningkatan arus barang dan jasa.
Data menunjukkan bahwa riilitas perdagangan uang (sektor non riil) dunia telah berlipat sekitar 80 kali dibandingkan dengan sektor riil. Hal ini merupakan fenomena “keterkaitan” antara sebagian besar perputaran uang dengan arus barang dan jasa. Ini berarti telah terjadi secara global apa yang disebut bubble economy, karena kegiatan ekonomi dunia didominasi oleh kegiatan sektor non riil yang spekulatif. Dalam satu hari saja sudah sekitar 1-2 triliun dollar AS dana spekulasi tersebut gentayangan mencari tempat yang paling menguntungkan di dunia. Bila diakumulasikan dalam satu tahun nilainya mencapai 700 trilyun dollar.
Sementara itu, hanya sekitar 7 triliun saja nilai arus barang dan jasa yang diperdagangkan atau hanya seperseratusnya. Sektor non riil berlipat kali lebih besar daripada nilai total barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksi oleh aktifitas ekonomi negeri-negeri kapitalis maju. Ini kemudian melahirkan raksasa-raksasa financial Amerika sebagai transnational company seperti the Rockefellers, Mellons, Morgans, DuPonts, Whitneys, Warbrugs, Vanderbilts, Goldman Sach, Lehman Brothers, dan masih banyak lagi. Mereka bukan saja menguasai bank-bank dan perusahaan-perusahaan asuransi, namun juga perusahaan-perusahaan industri; tidak saja di Amerika, tetapi juga di dunia.
Dari sini sekaligus kita dapat mengetahui betapa timpangnya perbandingan sektor non riil dan sektor riil, jauh dari harapan ekspektasi pertumbuhan ekonomi. Betapa pula pertumbuhan ekonomi versi kapitalisme hanya merupakan pertumbuhan semu, bukan pertumbuhan sebenarnya.
Lebih “runyam” lagi, dengan desakan globalisasi dan liberalisasi yang kita terima secara taken for granted itu, pemanfaatan dana-dana untuk spekulasi dalam kegiatan pasar modal dan uang semakin intensif. Dengan begitu, semakin terbuka sektor moneternya (pasar uang dan pasar modal) suatu negara, akan semakin tinggi resiko perekonomiannya terhadap segala gejolak ekonomi eksternal.
Inilah yang terjadi di Indonesia. Dampak yang tidak menguntungkan dari kondisi tersbut adalah ketergantungan ekonomi negara-negara berkembang terhadap permainan pihak asing. Kondisi ini diperparah oleh ketentuan-ketentuan WTO yang telah menjerumuskan negara-negara berkembang ke dalam situasi ketergantungan pada kekuatan ekonomi asing.
Bersamaan dengan itu, maraknya fenomena kegiatan ekonomi dan bisnis spekulatif (terutama di dunia pasar modal, pasar valuta asing) membuat dunia dibayangi “hantu” bubble economy, yaitu gelembung ekonomi yang besar dalam perhitungan kuantitas moneternya namun tak diimbangi oleh sektor riil. Bahkan sektor riil amat jauh ketinggalan- sehingga sewaktu-waktu akan meletus.
Dengan demikian, kita dapat membayangkan rapuhnya jaringan keuangan dan perdagangan sistem Kapitalisme yang saat ini telah menggurita di seluruh dunia. Dasar-dasar sistem keuangan dan perdagangannya lebih banyak dipenuhi oleh angan-angan dan khayalan. Ini terbukti dengan makin menggelembungnya sektor non riil ratusan kali lipat dibandingkan dengan pertumbuhan sektor riil. Jaringan keuangan dan perdagangan mereka bagaikan jaring laba-laba, sangat rapuh dan kehancurannya adalah sesuatu yang niscaya tinggal menunggu waktu.
Ambruknya sistem keuangan global yang kesekian kalinya ini, akan menjadi salah satu catatan sejarah dalam peristiwa peralihan pemegang peradaban dunia, dari kapitalisme ke Dien Islam, Insya Allah.
C. Solusi Islam Mengatasi Krisis Keuangan Global
C.1 Solusi dari sisi makro ekonomi
C.1.1 Sistem moneter berbasis emas & perak
Artinya mengubah mata uang berbasis kertas (fiat money) dengan berbasis emas. Secara ekonomi makro, Islam memiliki sistem moneter yang tahan inflasi. Karena nilai nominal dari suatu uang akan sama dengan nilai intrinsiknya (full bodied money). Artinya jika kita memiliki uang kertas Rp.100.000,- maka di bank sentral terdapat emas yang seharga dengan uang itu sebagai back-upan, sehingga uang kita itu benar-benar berharga bukan hanya seonggok kertas yang tidak berharga.
Oleh karena itu, satu-satunya jalan untuk keluar dari krisis yang diakibatkan oleh sistem moneter adalah dengan kembali ke sistem moneter berbasis emas. Sistem ini mampu menstabilkan moneter dunia dalam kurun waktu yang sangat lama. Lebih dari itu, sistem ini kebal dari inflasi. Hal ini terbukti dengan daya beli 1 Dinar (4,25 grm emas) pada zaman Rasulullah SAW. yang bisa ditukarkan/bisa untuk membeli 1 ekor kambing. Pada saat ini pun 1 Dinar dapat untuk membeli 1 ekor kambing Kualitas Super (1 Dinar = 4,25 grm X Harga 1 gram Emas Domestik Rp.295.000 = Rp. 1.253.750). Sungguh “luar biasa” selama lebih dari 1400 tahun inflasinya hampir 0 %. Bandingkan dengan laju inflasi Indonesia year on year desember 2008 terhadap desember 2007 sebesar 11,6 % ( www.bps.go.id Released 5 januari 2009).
Disebabkan kestabilan sistemmoneter berbasis emas itulah maka banyak orang menyerukan untuk kembali ke sistem emas. Sistem ini bersifat universal dan fixed. Ketika Anda memiliki 100 gram emas, maka ia dapat ditukarkan dengan mata uang apapun di dunia ini, tanpa mengurangi sedikitpun nilainya. Ini menunjukkan bahwa sistem ini bersifat universal dan tidak terpengaruh oleh sekat bangsa, negara, maupun kekacauan politik.
Menurut an-Nabhani (1990) ada keharusan untuk menjadikan emas dan perak sebagai standar mata uang dalam sistem ekonomi Islam. Beberapa argumentasi yang mendasari keharusan tersebut adalah:
a) Ketika Islam melarang praktik penimbunan harta (kanzul mal), Islam hanya mengkhususkan larangan penimbunan harta untuk emas dan perak. Larangan ini merujuk pada fungsi emas dan perak sebagai uang atau alat tukar (medium of exchange).
“Dan orang-orang yang menimbun emas dan perak, serta tidak menafkahkannya di jalan Allah (untuk jihad), maka beritahukan kepada mereka (bahwa mereka akan mendapatkan) azab yang pedih” (TQS at-Taubah [9]: 34).
b) Islam mengaitkan emas dan perak dengan hukum-hukum Islam lainnya, seperti diyat dan pencurian. Islam menentukan diyat dengan ukuran tertentu dalam bentuk emas. Islam juga mengenakan sanksi potong tangan terhadap praktik pencurian dengan ukuran melebihi emas sebesar ¼ dinar.
“Bahwa di dalam (pembunuhan) jiwa itu terdapat diyat berupa 100 unta dan terhadap pemilik emas (ada kewajiban) sebanyak 1.000 dinar” (HR an-Nasa’i dan Amru bin Hazam).
“Tangan itu wajib dipotong, (apabila mencuri) 1/4 dinar atau lebih.” (HR Imam Bukhari, dari Aisyah r.a.).
c) Zakat uang yang ditentukan Allah Swt berkaitan dengan emas dan perak. Allah Swt. juga telah menentukan nisab zakat tersebut dengan emas dan perak.
d) Rasulullah saw. telah menetapkan emas dan perak sebagai uang sekaligus sebagai standar uang. Setiap standar barang dan tenaga yang ditransaksikan akan senantiasa dikembalikan kepada standar tersebut.
e) Hukum-hukum tentang pertukaran mata uang (money changer) dalam Islam yang terjadi dalam transaksi uang selalu hanya merujuk pada emas dan perak, bukan dengan yang lain. Hal ini adalah bukti yang tegas bahwa uang tersebut harus berupa emas dan perak, bukan yang lain.
Nabi saw. bersabda,”Emas dengan mata uang (bisa terjadi) riba, kecuali secara tunai” (HR Imam Bukhari).
Oleh karena itu, ketika syara’ menyatakan lafadz-lafadz emas dan perak, bisa diperuntukkan dua hal: Pertama, untuk jenis uang yang dipergunakan dalam melakukan transaksi, baik berupa tembaga, kertas uang, atau lainnya, asalkan mempunyai penjamin berupa emas dan perak. Kedua, untuk emas dan perak itu sendiri. Dengan demikian, uang jenis apa pun, baik emas maupun perak, uang kertas, tembaga, ataupun yang lain, dapat digunakan sebagai mata uang selama memungkinkan untuk ditukarkan menjadi emas dan perak, karena emas dan peraklah yang menjadi standar.
C.1.1.1 Cara praktis mengkonversi dinar emas
Komponen jumlah uang yang ada di masyarakat pada umumnya dikenal dengan istilah M1 (Uang yang beredar dimasyarakat, co: uang kertas/logam), sedangkan M2 (Simpanan uang yang ada di Bank seperti tabungan, rekening giro, deposito, dll). Pada umumnya M1 & M2 inilah yang dijadikan acuan utama untuk mengetahui & mengontrol arus uang yang beredar dimasyarakat.
Jadi praktisnya begini : jika dinegeri muslim ini berdiri Khilafah dan diketahui:
a) M1=Rp.200 Triliun dan M2 ( standar biasanya 5 kalinya) = Rp.1000 Triliun
b) 1USD= Rp.12.000 (Kabar Pasar TV One, 04/12/2008)
c) 1Dinar= 4,25 gram emas (dinar syar’i)
d) 1 troy ounce emas= 31,103 gram emas internasional
e) 1 troy ounce emas= USD 769,2 (Kabar Pasar TV One, 04/12/08), maka 1grm emas internasional=USD 24,73 (di dapat dari USD 769,2 : 31,103 gr). Dan 1USD= 0,04 gr emas internasional (31,103 gr : USD 769,2)
f) Harga emas Domestik =Rp.295.000/gram (MediaBisnisOnline.com, 25/11/08),
maka 1 gram emas domestik= USD 24,58 (Rp.295.000 : Rp.12.000). Dan 1USD= 0,04 gr emas domestik dari (Rp.12.000 : Rp.295.000)
Dit : Jika Kondisinya demikian, bagaimanakah merubah mata uang kertas menjadi mata uang berbasis emas/Dinar ?
Jawab :
Khilafah harus memiliki cadangan devisa sejumlah Rp.1.200 Triliun atau setara dengan USD 100 Miliar (Rp.1.200 T : Rp.12.000). maka Khilafah harus mengadakan emas setara dengan 4,068 Miliar gram emas domestik (USD 100 M : USD 24,58) atau setara dengan 957,3 juta Dinar (4,068 M gr : 4,25 grm).
Kalau ketersediaan emas di dalam negeri tidak ada atau tidak mencukupi, maka Khilafah harus membeli emas ke pasar internasional dengan harga USD 769,2/Troy ounce. Oleh karena itu jika Khilafah membutuhkan cadangan devisa Rp.1.200 Triliun= USD 100 M, maka khilafah butuh emas sbb:
USD 100 M X 0,04 gram emas internasional = 4 Miliar gram emas internasional
Atau
128,6 juta Troy ounce emas internasional (4 Miliar grm : 31,103 gram)
Atau
941,176 Juta Dinar (4 Miliar gram : 4,25 gram)
Perlu diketahui oleh rakyat indonesia bahwa emas yang berhasil dikeruk oleh PT. Freeport Mc Moran di Tembagapura Papua adalah rata-rata 200.000 grm/hari sejak orde baru (Tahun 1966) mengizinkannya.TAPI KEMANA LARINYA emas itu?, kita bukanlah orang tolol yang bisa dibodohi begitu saja dan harus kita buktikan itu.
Jadi intinya kalau ingin merubah Rupiah-uang kertas menjadi dinar, maka harus didapatkan dulu emas sebagai back-upan dari dinar itu sendiri. Akhirnya kalau kita memiliki uang Nominal 1 Dinar maka kita secara otomatis memilki nilai Intrinsik emas 4,25 gram emas di bank sentral. Dan uang inilah yang disebut sebagai uang betulan yang tahan akan inflasi.
Yang bisa merubah sistem moneter menjadi berbasis emas hanyalah institusi negara khilafah, tidak akan bisa kalau orang-perorang melakukannya. Seandainya ingin rupiah kuat maka seharusnya bank sentral indonesia melepas dollar yang tak lebih dari seoggok kertas biasa dengan membeli emas sebanyak mungkin untuk memback-up rupiah, agar nilai nominal rupiah sama dengan niali intrinsiknya. Jadi daripada menyimpan dollar-uang kertas sebagai cadangan devisa lebih baik kita menyimpan cadangan devisa dalam bentuk emas yang tahan inflasi.
Jika Khilafah menghendaki mata uangnya kuat terhadap mata uang asing misalnya USD, maka harus direvisi. Jika ingin nilai tukar/konversi USD 1=Rp.1.000, dengan M1+M2 =Rp.1.200 Triliun maka yang harus dilakukan adalah :
 Jika memakai cadangan emas domestik >>> maka dibutuhkan USD 1,2 T (didapat dari Rp 1.200 T : Rp 1.000) devisa yang dibutuhkan adalah 48,82 Miliar gram emas domestik (USD 1,2 T : USD 24,58 harga emas 1g domestik ). Nah, uang USD 1,2 T kita lepas untuk membeli emas sebagai cadangan devisa yang tahan inflasi.
 Jika membeli emas di pasar internasional>>> maka dibutuhkan USD 1,2 T (didapat dari Rp 1.200 T : Rp 1.000), lalu uang USD 1,2 T kita lepas untuk membeli emas internasional sebanyak 48,52 Miliar gram emas internasional (USD 1,2 T : USD 24,73 harga emas 1gram internasional).
Kalau sistem moneter dalam Khilafah telah berubah menjadi berbasis emas, semuanya tercukupi dan tersedia maka khilafah tinggal mencetak dinar/dirham syar’I, kemudian terhadap masyarakat diberikan tenggat waktu untuk menukarkan mata uangnya menjadi dinar & dirham. Proses ini mirip dengan apa yang terjadi di Uni Eropa tatkala negara-negara anggotanya secara hampir bersamaan mengubah mata uangnya dengan Euro. Perbedaanya kalau Khilafah M1+M2 uang kertas yang beredar di masyarakat diback-up emas, sedangkan Euro berbentuk uang kertas yang tidak dijamin emas sehingga rawan inflasi.
C.1.2 Mengembalikan fungsi uang
Fungsi uang yang sebenarnya adalah sebagai alat tukar bukan sebagai komoditas seperti yang terjadi di pasar uang Valuta asing yang penuh dengan spekulasi dan ribawi yang tentu saja haram dilakukan.
Ketika Islam melarang praktik penimbunan harta (kanzul mal), Islam hanya mengkhususkan larangan penimbunan harta untuk emas dan perak. Larangan ini merujuk pada fungsi emas dan perak sebagai uang atau alat tukar (medium of exchange).
“Dan orang-orang yang menimbun emas dan perak, serta tidak menafkahkannya di jalan Allah (untuk jihad), maka beritahukan kepada mereka (bahwa mereka akan mendapatkan) azab yang pedih” (TQS at-Taubah [9]: 34).
Alat tukar disini bisa jadi ketika kita membeli barang atau memakai jasa maka kita mempergunakan uang dinar sebagai kompensasi dari barang itu. Atau bisa berarti pertukaran antar mata uang baik dengan sejenis ataupun dengan mata uang asing. Penjelasannya sebagai berikut :
C.1.2.1 Pertukaran mata uang
Dalam sistem ekonomi Islam, pertukaran mata uang dengan mata uang yang sejenis, atau pertukaran dengan mata uang asing termasuk ke dalam aktivitas sharf. Aktivitas sharf atau pertukaran mata uang menurut hukum Islam adalah boleh, sebab sharf adalah pertukaran harta dengan harta lainnya yang berupa emas dan perak, baik sejenis maupun yang tidak sejenis, dengan berat dan ukuran yang sama dan boleh berbeda (al-Maliki, 1963).
Dasar kebolehan pertukaran mata uang (sharf) tersebut adalah sabda Rasulullah saw.:
“Juallah emas dengan perak sesuka kalian, dengan syarat harus tunai” (HR Imam Tirmidzi dari Ubadah bin Shamit).
Ubadah bin Shamit mengatakan: ”Aku mendengar Rasulullah saw. melarang menjual emas dengan emas, perak dengan perak, bur dengan bur, sya’ir deng sya’ir, kurma dengan kurma, garam dengan garam, selain sama antara barang yang satu dengan barang yang lain, maka barang siapa yang menambahkan atau meminta tambahan, maka dia telah melakukan riba” (HR Imam Muslim).
“Rasulullah saw melarang menjual emas dengan perak dengan cara diutangkan” (HR Imam Bukhari).
Dari pengertian hadis di atas, dapat dipahami bahwa dalam pertukaran mata uang ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yakni: (1) Jika pertukaran dilakukan di antara mata uang yang sejenis, maka pertukarannya harus senilai, tapi jika tidak sejenis, boleh berbeda nilai; (2) Pertukaran atau jual beli tersebut haruslah dilakukan secara tunai dan tidak boleh dengan cara diutangkan (kredit); (3) Pertukaran di antara mata uang tersebut dilakukan dalam satu majelis (tempat).
Jual beli mata uang tertentu, misalnya dolar dengan rupiah adalah aktivitas yang boleh selama dilakukan secara kontan dan dalam satu majelis. Karena itulah, pertukaran di money changer selama memenuhi ketentuan di atas adalah boleh. Namun, perdagangan mata uang asing di bursa valas secara langsung atau melalui forex advisor tidak dibolehkan, sebab tidak memenuhi dua syarat kontan dan langsung terjadi serah terima (hand to hand).
Sistem berbasis emas sebenarnya menjamin kestabilan nilai tukar. Kesatuan keuangan untuk semua negara dengan sistem emas atau kertas subtitusi yang diback-up emas. Karena itu, harga tukar antara uang suatu negara dan uang negara lain stabil karena terikat dengan emas yang sama & sudah dikenal luas. Misalnya:
 1 Dinar= 4,25 gram emas murni (Ketentuan Syariat Islam)
 1 Pound Ingrris= 2 gram emas ( sesuai dengan ketentuan undang-undangnya)
 1 Frank Perancis= 1 gram emas ( sesuai dengan ketentuan undang-undangnya)
 1USD= 0,04 gr emas Internasional (31,103 gr : USD 769,2)
Jadi apabila terjadi pertukaran, maka hakekatnya pertukaran emas dengan emas sehingga akan stabil. Maka kursnya/Nilai tukarnya sebagai berikut :
a) 1 dinar = 2,125 Pound (4,25 : 2 gram)
b) 1 dinar = 4,25 Frank (4,25 : 1 gram)
c) 1 dinar = USD 106,25 (4,25 gram x USD 1 : 0,04)
d) 1 Pound = 2 Frank (1Fr x 2gr : 1gr)
e) 1 Pound = 0,470 dinar (1dinar x 2gram : 4,25 gram)
f) 1 Frank = 0,5 Pound (1 pound x 1 gram : 2gram)
C.1.3 Menghapus transaksi ribawi dan spekulatif
Islam telah mengharamkan aktifitas riba, apapun jenisnya; melaknat/mencela para pelakunya. Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kalian orang-orang yang beriman” (TQS Al Baqarah 278). Berdasarkan hal ini, transaksi riba yang tampak dalam sistem keuangan dan perbankan konvensional (dengan adanya bunga bank), seluruhnya diharamkan secara pasti; termasuk transaksi-transaksi derivative yang biasa terjadi di pasar-pasar uang maupun pasar-pasar bursa. Penggelembungan harga saham maupun uang adalah tindakan riba.
Transaksi spekulatif, kotor, dan menjijikkan, nyata-nyata diharamkan oleh Allah SWT, sebagaimana firmanNya: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minum khamr, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaithan” (TQS Al maidah 90).
C.2 Solusi dari sisi mikro ekonomi
C.2.1 Membentuk hukum-hukum syirkah
Dalam kehidupan ekonomi Islam, setiap transaksi perdagangan harus dijauhkan dari unsur-unsur spekulatif, riba, gharar/ketidakpastian, majhul/tidak saling mengenal, dharar/bahaya, mengandung tadlis/penipuan, dan yang sejenisnya. Unsur-unsur tersebut diatas, sebagian besarnya tergolong aktifitas-aktifitas non riil. Sebagian lainnya mengandung ketidakjelasan pemilikan. Sisanya mengandung kemungkina munculnya perselisihan.
Islam telah meletakkan transaksi antar dua pihak sebagai sesuatu yang menguntungkan keduanya; memperoleh manfaat yang riil dengan memberikan kompensasi yang juga bersifat riil. Transaksinya bersifat jelas, transparan, dan bermanfaat. Karena itu, dalam transaksi perdagangan dan keuangan, apapun bentuknya, aspek-aspek non riil dicela dan dicampakkan. Sedangkan sektor riil memperoleh dorongan, perlindungan, dan pujian.
Hukum syirkah yaitu jaiz/boleh sesuai dengan taqrir Rasul SAW. Syirkah menurut makna syariat adalah suatu aqad antara dua pihak atau lebih yang bersepakat untuk melakukan suatu usaha dengan tujuan memperoleh keuntungan. (An-Nabhani, 1990:146). Bidang bisnis riil yang bisa ditekuni misalnya :manufaktur, perdagangan barang dan jasa, telekomunikasi, transportasi, pertanian, peternakan, dan bidang bisnis riil lainnya.
Macam-macam Syirkah :
a) Syirkah inan, adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang masing-masing memberikan kontribusi kerja dan modal.
b) Syirkah abdan, adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang masing-masing hanya memberikan kontribusi kerja, tanpa kontribusi mal (harta).
c) Syirkah mudharabah, adalah syirkah antara dua pihak atau lebih dengan ketentuan satu puhak beri kontribusi kerja, sedangkan pihak lain beri modal.
d) Syirkah wujuh, adalah syirkah antara dua pihak (A+B) yang sama-sama memberikan kontribusi kerja, dengan pihak ketiga misal C yang memberikan modal.
e) Syirkah mufawadah, adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang menggabungkan semua jenis syirkah.
Dengan melakukan syirkah, maka kita bisa bermuamalat sesuai syariah Islam, sebagai seorang muslim yang taat kita hanya dibolehkan menjemput rizki yang halal saja diantaranya dengan syirkah dengan wujud manufaktur, pertanian, perkebunan, jasa, dan muamalah yang lainnya.
Catatan Penulis: Tulisan ini merupakan revisi tulisan yang dipublikasikan di www.syabab.com pada Oktober 2008 dengan judul “Krisis Keuangan Global, Indikator sudah Berakhirnya Kejayaan Kapitalisme dan Peluang Bangkitnya Kembali Sistem Ekonomi Islam sebagai Satu-Satunya Alternatif yang Berdalil dan Manusiawi”.
Firmansyah adalah mahasiswa tingkat akhir Universitas Pendidikan Indonesia Jurusan Pendidikan Ekonomi Prodi Manajemen Bisnis, dan Syabab Hizbut Tahrir Chapter Kampus UPI. Kontak email: ghazy2020 [at] yahoo.co.uk
REFERENSI:
1. Asas-asas ekonomi Islam, M sholahudin, SE., M.Si, Jakarta : Rajawali press tahun 2007
2. 36 soal jawab Tentang Politik-Ekonomi & Dakwah Islam, Abu Fuad, Bogor : PTI tahun 2003
3. Artikel-artikel ekonomi dari www.hizbut-tahrir.or.id
4. Iqbal, M. (2007). Mengembalikan Kemakmuran Islam Dengan Dinar & Dirham. Depok : Spiritual Learning Centre & Dinar Club
May 14th, 2009

Krisis dan perubahan di Amerika Latin

Krisis dan perubahan di Amerika Latin

oleh : BRUNO NIKY PURNAMA

Amerika latin adalah suatu kawasan yang banyak memiliki persamaan bentang alam bahkan persamaan sejarah juga mewarnai daerah ini .perkembangan globalisasi pada abad ini juga memberikan tuntutan terhadap suatu perbaikan yang dapat dirasakan oleh berbagai pihak khususnya dikawasan Amerika Latin betapapun sulitnya suatu perubahan harus terjadi walaupun di awali dengan penderitaan agar suatu keberhasilan dapat terasa manis .
Kawasan Amerika Latin memulai perkembangan yang cenderung bergolak di setiap negara-negara .pada awal Tahun 2000an banyak pemimpin-pemimpin baru muncul di Amerika Latin mereka membawa suatu pandangan yang positif terhadap arah perkembangan negara-negara mereka.baik segi politik ,ekonomi ,maupun sosial masyarakat .
Tetapi dari kesemuanya itu tampaknya ada suatu hal yang sama yang ingin di terapkan dalam pemerintahan mereka yaitu sosialisme! seperti nya mereka ingin menantang Amerika sebagai negara adikuasa, proyek Neoliberalisme yang di canangkan oleh Amerika Serikat mereka lawan dengan produk sosialisme yang fresh .Sosialisme yang lebih ketengah tidak radikal dan cenderung lebih konvensional .hal ini juga didasari oleh kemenangan partai-partai sayap kiri yang mulai mendapatkan respon positif dari rakyat .seperti kemenangan Evo Morales sebagai Presiden Bolivia dengan latar bekangnya sebagai petani koka memiliki suatu pemikiran dengan disebut (MAS) Gerakan Menuju Sosialisme, Chile kemenangan Partai Sosialis dalam koalisi kiri tengah La Concertacion
Presiden Michelle Bachelet ,Venezuela Hugo Chavez seorang pensiunan kolonel yang MiliterProgresif Brasil Luiz inazio Lula da Silva dari Partido Trabahaldores (Partai Buruh .Uruguay Tabare Vasquez dari Frente Amplio (Broad Front ) ,Ekuador Alfredo Palacio sebelumnya adalah Wapres Kolonel Lucio Gutierrez ,Nestor Kirncher dari partai peronis dengan platform kiri tengah .
Tetapi dari itu semua hanya Fidel Castro yang masih menggunakan Sosialisme yang berbeda dan sedang musim di Amerika Latin dia tetap berdiri menjadi seorang diktator yang proletar serta tetap mengunakan partai tunggal mayoritas ,no election !,dan menjadi penguasa seumur hidup
Konsensus washington adalah hal yang ingin dilawan oleh para pemimpin Amerika Latin saat ini karena Amerika Serikat mereka anggap tidak memberikan mereka suatu jawaban atas masalah yang timbul .Konsensus Washington sendiri justru tidak menjadi jawaban yang pasti terhadap semua masalah yang timbul di Amerika latin.jadi melawan Konsensus itulah yang menjadikan alasan utama pergolakan menuju arah sosislisme di sana
Berikut isi konsensus Washington
:
1. mengurangi pengeluaran publik seperti anggaran milter dan admistrasi publik seperti subsidi atau kebijakan yang bertujuan untuk membantu rakyat secara cuma-Cuma.
2. liberalisasi keuangan yang ditentukan pasar (praktis hal ini malah akan menimbulkan inflasi )
3. liberalisasi perdagangan ,disertai penhapusan izin impor dan pengurangan tarif (hal ini justru membut produk dalam negeri kalah dengan barang impor karena harga lebih murah dan dapat dipastikan kualitas barang lebih baik ,berarti mematikan perusahaan lokal 0
4. Mendorong investasi langsung asing .
5. Privatisasi BUMN .
6. Deregulasi ekonomi.
7. Nilai tukar yang kompetitif untuk pertumbuhan berbasis ekspor .
8. Menjamin disiplin fiskal dan mengendalikan defisit anggaran
9. Reformasi pajak
10. Perlindungan hak cipta smua tercermin didalam agenda WTO
Tetapi dengan sendirinya malah banyak negara Amerika Latin terjebak atas kebijakan –kebijakan yang dilakukan pemimpinnya .seperti 1)chile malah menjadi negara yang softneoliberalisme karena terjebak perangkap neoliberal ,Rezim kanan El Salvador malah menandatanganiu pe4rdagan bebas dengan Amerika Serikat yang berarti tidak menganggap FMLN , 2)Populisme peronis malah lebih kuat mewaranai Chavez . 3)sosialisme warna –warni karena banyaknyak perspektif teoritis ,ekletik,dan program yang berjangka pendek 4)Jebakan korupsi mewarnai pemerintahan 5)Kepemimpinan gerilya menghambat kepemimpinan demokratis .
Bagaimanapun Amerika Latin terus mencari jawaban atas berkembangnya suatu masalah guna mendapatkan jawaban yang mampu menjawab permasalahan regional mereka dari berbagai sisi baik Ekonomi ,Politik ,Sosial ,dan Budaya .agar nantinya terciptakan suatu sistem yang berfondasikan kepentingan rakyat serta bersama .
Tugas No 3…………………………………………………………………………..
Argentina
Argentina
merupakan negeri dimana memiliki sumber daya alam yang melimpah, hal ini terucap dari kata Argentum asal muasal nama
Argentina
yang berarti Perak atau “Negeri Perak” . Tidak dapat dipungkiri bahwa
Argentina
merupakan negara besar dikawasan Amerika Latin, selain
Brazil
,
Mexico
, chile dan lain-lainluas daerah yang membentang dari utara ke selatan
Dari segi geografis
Argentina
memiliki titik tertinggi yaitu Gunung Acon Cagua (6.960 m), dan titik terendah 40 m dibawah paras laut.
Argentina
dilewati oleh pegunungan
Andes
yang memanjang dari utara sampai selatan. Patagonia adalah salah satu dari daerah Argentina yang terdapat di bagian selatan, negara ini berasal dari kata Patagones (Kaki Besar) dalam bahasa Spanyol, terdapat pula danau Nahuel Huapi yang indah luas daerah Patagonia lebih dari 777.000 km2. Ditepian danau Nahuel Huapi terdapat tempat peristirahatan yang indah dan populer yaitu San Carlos de Boriloche.
Buenos Aires adalah ibu kota dari Argentina. Penyair abad ke-20 Ezeguiel Marinez Estrada menyebut kota ini sebagai “Kepala Goliath“ dari negeri yang besar, dan hal tersebut sesuai dengan banyaknya penduduk Argentina yang hampir sebagian besarnya bermukim di kota tersebut
Kota ini terletak di muara sungai Rio de Plata Agung yang berjarak 240 km dari kota, kota ini juga menonjolkan sejumlah kawasan besar yang penting seperti tempat Pemerintahan Federal dan bangunan Kementerian dan perkantoran dari casa Rosada (gedung Merah Jambu) dengan biro-biro pemerintahannya. Sampai gedung Cabildo atau balai kota yang pada tanggal 25 Mei 1810 menjadi tempat Raja Muda diambil sumpahnya dan dimuliakan pemerintahan daerah. Museum seni atau arkeolog, panggung teater “Teatro Colon” yang banyak dikunjungi turis.
Dari satu kawasan ke kawasan lain argentina memberikan aspek yang berlainan .daerah yang tertata kebanyakan di duduki oleh tempat kedutaan asing berbagai corak dan gaya arsitektur turut mempengaruhi berbagai bangunan bahkan penataan jalan mengikuti gaya tatanan jalan di daerah Paris Prancis .villlas miserias merupakan pemandangan yang sangat mencolok yaitu sebuah daerah kumuh yang tertindas yang ditempati oleh para kaum miskin di daerah pinggiran Buenos Aires ,Avenida Santa Ve dimana terdapat toko-toko yang elok dan indah disertai gallerias yaitu jalanberatapdengan pinggiran toko-toko ,daerah pelabuhan yang ramai yang biasa di sebut dengan La Boca (mulut) dan rumah-rumah bercat merah menjadi pembanding desa-desa Greenwich di kota New York distrik tua San telmo merupakan peninggalan kolonial yang kontras dengan daerah-daerah modern Portenos yang berbangga dengan Avenida 9 de Julio jalan raya yang sangat luas dan dapat dilintasi oleh 12 mobil berpapasan langsung dan menjadi satu-satunya jalan raya terluas di dunia .
Sebetulnya
Argentina
merupakan negara yang tidak stabil kondisi politiknya, baik ketika baru merdekan hingga pada awal abad 20 banyak rezim menguasai negara ini silih berganti militer dan sipil terus berselingan untuk menguasai negara ini. Besarnya rezim yang mampu memperbaiki krisis ekonomi bertahan lama meskipun akhirnya akan jatuh jika kembali gagal dalam melaksanakan perekonomian.
Jose San Martin seorang argentina yang berperang untuk Spanyol dalam perang melawan penguasa Prancis Napoleon Bonaparte diam-diam menyiapkan serta melatih pasukan di daerah propinsi Mendoza dia memiliki pemikiran bahwa orang –orang Spanyol haruslah di usir keluar dari wilayahnya (Argentina) dan ketika pada awal 1817 San martin dengan kurang lebih 5000 orang pasukannya berngkat untuk menyerang Spanyol dibantu oleh pasukan patriot Bangsa Chile yang di pimpin oleh Bernardo O’Higgins berhasil mengalahkan dan mengusir Spanyol di daerah Chacabuco dan Maipu dia kemudian membagi daerah sebelah utara yang sekarang Peru dengan Simon Bolivar
Pada abad 20 tepatnya 1940an Pemerintah melakukan serangkaian pemindahan kekuasaan yang dilakukan oleh Dewan Militer dan seorang Perwira yaitu Juan Dominggo Peron seorang yang berasal dari golongan perwira militer tetapi bersahabat dengan kaum buruh . Peron memegang berbagai peran dan kekuasaan Pemilu manjadikannya seorang Presiden selama 9 tahun Peron tetap berkuasa dan selama masa jabatannya ia menyesuaikan diri dikalangan kaum buruh kelebihannya adalah dapat menyatukan milter ,kaum buruh serta pendeta tetapi hal ini berdampak perekonomian negara dan opossi yang ingin menjatuhkannya.
Oleh karena kekuasaanya yang semakin meningkatia kemudian mulai tidak yoleran terhadap oposisi ,pembatasan kritik maupun ruang publik mulai di lakukan dan lama kelamaan Peron cenderung bertindak sebagai diktator puncaknya tahun 1955 peron mampu diturunkan melalui kudeta selang beberapa wqaktu ia melarikan diri ke Spanyol dan mulai saat itu pula militer memgang kendali parpol di bubarkan ,pemilu di tiadakan bahkan kongres di bubarkan banyak pula yang dilakukan militertahun 1973 pemilu mulai dilaksanakan dan pemenagnya adalah pengikut Peron ,akhirnya Peron pulang dari pengasingannya menjabat Presiden kembali tetapi itu tidak berlangsug lama pada 1974 Peron wafat dan di gantikan oleh istrinya Isabel tetapi 1976 Isabel Peron dipecat oleh militer pada saat berkuasa milter melakukan berbagai tinadakan seperti menyerang kep Falkland pada 1982 tetapi itu semua berakhir saat di kalahkan tentara Inggris dan persengketaan berakhir .
Pada awal abad 21 saat badai krisis melanda tahun 1999 di
Argentina
, mereka saling mengaitkan dengan kebijakan-kebijakan politik carlos Menem (Presiden
Argentina
saat itu) yang terlalu otoriter sama pada saat rezim militer berkuasa. Rezim Militer bukan barang baru di kawasan Amerika Latin, rezim ini sering dianggap sebagai suatu pilar yang utama mereka memainkan politik-politik penting dikalangan negara-negara Amerika Latin dan memiliki hak istimewa, tanggung jawab, dan posisi hukum.
Carlos Menem mampu mempersatukan berbagai perbedaan antara sipil (Golperorisme) dan militer dan berusaha mencapai pemerintahan transisi dari militer ke sipil. Tahun 1995 Menem mengamandemen konstitusi sehingga dia dapat bekuasa, perokonomian dibawah Menem menjadi masalah berat dan 1999 awal badai krisis Argentina menyebabkan guncangan besar ekonomi dan hal itu saat berakhrnya jabatan Menem.
Tahun 1999 Fernando Delalua naik ke kursi presiden. Dalam pembangunanya peran militer serta pembangunan ekonomi berjalan baik, tetapi ia terpaksa menjalankan kebijakan Menem karena terdesak oleh parlemen dan waktu hingga pecah kerusuhan di tahun 2001 pada tanggal 20 Desember, sehingga Delalua mengundurkan diri.
Presiden “Aldolfo Rodrigues Saa” merupakan golongan Peronis terbukti dengan ketidak tanggapannya membayar utang luar negeri, dia beranggapan bahwa pembayaran utang dapat ditunda sedang kebutuhan rakyat tidak dapat ditunda tetapi “saat” akhirnya jatuh juga setelah mengeluarkan mata uang baru Argentinos malah menimbulkan kelemasan masyarakat sehingga pecahlah kerusuhan yang mengakhiri kekuasaan Rodigues.
Ketua DPR
Argentina
akhirnya menjabat Presiden yaitu “Eduardo Duhalde” awal 2002. Ketika sangat sulit untuk menyelamatkan Argentina, maka dukungan terhadap Duhalde meningkat dan kongres sepakat untuk tidak menganti hingga masa jabatannya berkhir akan tetapi Duhalde jga mengalami berbagai masalah beruntung dia dapat mengakhiri masa jabatannya dengan baik .saat pemilu 2003 digulirkan Carlos Menem ikut kembali dalam pemilu tersebut dan lawannya Nestor Kirchner saat itu perolehan suara hanya selih kurang lebih 2% tetapi akibat diadakannya sutu pehitungansuara yang dilakukan oleh lembaga independen menhasilkan 70% suara untuk kirchner dan 30% suara untuk Menem hal itu membuat Menem mundur teratur dari persaingan Presiden dengan begitu Nestor Kircher berhasil menjadi Presiden pada pemilu 2003 hingga sat ini hal ini .dilatar belakangi oleh profile seorang Kirchner yang bebas dari korupsi dan seorang Administrator yang baik.membuat dia dapat bertahan.